Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 10, 2006

Pekojan mulanya diisi wangsa Moor

TERTIDUR

Syech Abdullah adalah pedagang kain yang biasa keluar masuk kampung untuk menjajakan kain Bombay dan sutra Cina. Sebagai penghormatan biasanya penduduk Betawi memanggilnya sebagai Wan Abdul. Hari itu ia masuk ke Kampung Bali untuk menjajakan dagangannya. Panas Matahari bulan Juni '03 (maksudnya 1903) mulai terasa menyengat
sehingga Wan Abdul kepanasan. Disebuah pohon yang rindang ia melepaskan lelah sambil bersender dipohon dan menikmati berhembusnya angin semilir pelan. Tau-tau Wan sudah "ngegeros" lelap sekali. Ketika mendusin ia lihat dagangannya lenyap. Jelas diambil maling sehingga ia segera melapor kepada polisi.

Polisi agak kesukaran mencari malingnya sebab si korban tidak bisa menyebutkan ciri maling, maklum ketiduran. Seorang petugas polisi yang menulis "Proces Verbaal" hanya berkomentar singkat:" Orang kampoeng sekarang tiada sekali menaruh hormat pada muridnya Nabi..."

Di komunitas Betawi orang banyak yang menganggap bahwa semua orang Arab atau Arab tapi India, adalah Murid Nabi dan juga keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Dan ini berarti bahwa kedudukan mereka amat dihormati. Dalam peraturan Kependudukan Belanda mereka tergolong orang asing, apalagi kedatangannya lebih dahulu daripada Belanda. Mereka digolongkan sebagai Asing Timur (Fremde Osterling) segroup dengan Cina, Jepang dan peranakan. Kompeni memasukkan orang Arab sebagai orang Moor, yang dalam bahasa Portugis dari Mouro artinya Pengikut Nabi Muhammad SAW.

Cilakanya orang Moor sebetulnya orang Keling asal Coromandel-Bengali, sementara orang Arab berasal dari Handramaut-Yemen. Tapi bagi warga Betawi dianggap sama saja mengingat keduanya sama-sama hobby memakai pakaian semacam jubah. Apalagi Kompeni menempatkan orang Arab tadi ke lokasi "Moorish quarter" yang dikenal sebagai Pekojan. Lokasinya antara dua kanal yaitu Ammanusgracht (Bandengan Selatan)dan Bacherachtgrachtn (Jalan Pekojan). Kerancuan antara Keling dengan Arab bisa dilihat seperti Martabak Telur. Mana yang martabak India dan mana yang Arab/Mesir sing dhodhol sami-sami sarungan.

PAKOJAN=KOJA= Orang MOOR

Kata Pakojan berasal dari Koja, yaitu sebutan untuk pedagang dari Gujarat. Daerah ini semula dihuni kaum Moor India dan Arab. Cuma yang Arab rupanya dibudidayakan secara intensif. Buktinya tahun 1859, perbandingan jumlah Moor dan Arab sudah tidak seimbang, penduduk Arab semula 312 naik tajam menjadi 3 kali lipat pada 1870 dan pada 1885 mencapai 1448 orang. Alasannya orang Arab memang suka memiliki banyak anak. Mungkin akibat menu makan kambing Qibas yang menyebabkan mereka amat kuat dalam "bertahan" maupun "menyerang" sehingga dalam semalam bola bergulir kekiri kekanan maju mundur sehingga tercipta goal untuk kedua dan ketiga kalinya.

Akhir abad ke-19, orang Arab yang semula miskin mulai menjadi kaya mulai membeli rumah-rumah diluar Pekojan dan memilih tinggal diluar sana. Orang-orang Arab ini terkenal kaya dan hemat bahkan terkesan pelit. Mereka suka berdagang dan juga memberikan bantuan keuangan kepada penduduk Betawi yang kesusahan, lalu memberikan bunga yang tinggi. Sehingga dijuluki lintah darat. Para rentenir ini sering dijuluki Triple T atau TTT "Tien Terug Twaalf" maksudnya pinjam sepuluh gulden kombali (cuma) dua belas gulden. Bukan renten Wan, ini uang "terimakasih".

Berangkat dari kondisi rakyat yang terjepit lintah darat tadi, Gubernemen Olanda mendirikan pegadaian untuk membantu orang-orang yang meminjam uang.

MESJID PAKOJAN [KOTA]

Masjid ini tampak seperti bangunan Belanda, dibangun setelah tahun 1740 oleh para kontraktor Cina yang dipersembahkan untuk orang-orang Moor kaya. Bangunan mesjid ini diapit oleh bangunan-bangunan tua lainnya yang kini berfungsi sebagai toko. Lokasi mesjid ini terletak di Jalan Pakojan, Jakarta Barat. Sebagian kawasan Pekojan sudah
terpotong oleh flyover.

24 Jun 2003

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com