Patung Bergerak

Pada tahun 1803, seorang olanda pensiunan dari "baljuw" alias Kelapa Polisi di jaman Kompeni membeli rumah besar magrong-magrong di kawasan Berendrechtslaan alias jalan Batuceper. Rumah ini dibangun pada 1781 oleh seorang Inggris bernama David Joan Smith, lalu dibeli anggora DPR van Hoesem. Bangunan ini sangat luas, bagian belakangnya berbatasan dengan gang Pacenongan. Pemilik baru ini namanya A.J. Blijk, menyukai hobi bertanam yang disalurkan dengan menanam pohon Kelapa di kebunnya. Sampai sekarang kawasan tersebut dikenal dengan nama Kebon Kelapa.

Toean Blijk juga hobbi mengoleksi patung alias arca. Salah satunya diambil (atau curi?) dari reruntuhan kerajaan Singosari, yaitu arca orang bersila. Mungkin ini yang sering dinamakan Djoko Dolok. Arca ini diletakkan dibawah pohon beringin yang rindang. Banyak peninggalan Singosari termasuk batu berprasasti yang dibawa oleh Toean Blijk ini, sehingga orang menyebutnya bukan prasasti melainkan "Batoe Toelis"

Suatu malam, entah kenapa, arca ini terguling dan tertelungkup. Kebetulan sekali seorang nenek penduduk kebun kelapa ketika melintasi kebun tadi melihat arca mencium tanah, tetapi karena buru-buru mau mandi, ia tidak mengindahkan arca tersebut.

Ketika nenek tadi selesai cuci baju dan mandi, ia meliwati kebun tadi dan melihat arca sudah pada posisi semua, duduk bersila sehingga sang nenek langsung menceritakan kepada tetangganya lantaran ada peristiwa yang sangat aneh karena ada artja bisa sembahyang soeboeh. Dan tanpa banyak cingcong, berita tadi diforward kemana-mana dan diberi bumbu sesuai dengan selera juru warta cap dengkul.

Arca "sakti" tadi oleh toen Blijk diserahkan kepada penduduk sekitar dan ditaruh pada sebuah rumah kecil dan tidak lupa diberi sesajen pada waktu-waktu tertentu misalnya malam Jumat.

Sebetulnya dalem hati Toean Blijk ada tertawa, patsalnya Toean Blijk memang doyan jalan pagi serenta melihat ia poenya arca suda terjoengkir, diprenta dua pembantunya dan opas untuk mengembalikan arca keposisi semula, tentunya tanpa diketahui oleh sang Nenek. Keroean sang Nenek ketika balik dari mandi di sungai ia ada melihat itoe arca koembali duduk, ia mulai "mengarang bebas dan berita Arca saktipun tersebar kemana-mana.

Sejak itu di mulut gang pacenongan pada awal abad 19 orang masih melihat dua pilar batu, dimana terukir nama jalan Batoe Toelis.

MBS
Baru tahu waktu kecil Batoe Sabak.


Date: Thu May 29, 2003 10:17 am
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe