Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Pak Notman petani Gippsland

Sumur Bor kami dikawasan Gippsland dinamakan Megascolides-1, yang dicari adalah lapisan batubara untuk diproduksikan gas metana. Bagi saya ini adalah pengalaman pertama mengebor batubara mendapat gas metana "Coal Bed Methane"

Nama MegasColides memang terdengar aneh sebab konotasinya adalah binatang cacing raksasa yang bagi sementara orang apalagi wanita adalah menggelikan, tapi kalau sudah sepanjang 13 feet dan berdiameter 3/4" dengan kulit merah jambu dan kepala berwarna abu-abu kehijauan, wah itu menggerikan. Untuk keperluan unit pengeboran "rig" dan pendukungnya dibutuhkan sedikitnya tanah seluas 250 meter persegi. Persil yang dipilih semula adalah padang rumput dengan sapi Ostrali yang menghasilkan "tontonan" susu yang bisa ditonton setiap harinya. Untuk mencegah sapi nyelonong melihat sumur pengeboran. Sekitar rig dipasang pagar kawat berduri dan dan beberapa diantaranya diberi aliran listrik.

Pemilik tanah pertanian adalah keluarga Notman tiga bersaudara. Ada suara sumbang mengatakan bahwa mereka kawin sedarah guna menjaga kemurnian darah pemerah susu. Orang bule ternyata doyan bikin horor juga. Keluarga Notman mendapatkan ganti rugi sebesar AUS 2000 atau setara dengan Rp. 12,5 juta dolar baru. Kalau dolar lama di Indo sering dimurahin kursnya. Apalagi dolar lecek. Jelas akal-akalan pedagang valas. Dijelaskan bahwa semua transaksi dibayar tunai atawa "single payment"

Sebulan rata-rata pak Notman menghasilkan Rp. 2.000.000. Jumlah terlalu kecil untuk ukuran hidup di Australia. Namun itu baru sebagian. Misalnya sekarang tanah yang didoser tadi harus disimpan dimana?. Dan pak Notman bersedia pekarangannya yang amat luas dijadikan penimbunan "tanah urugan" . Untuk itu ia masih mendapatkan AUS 25 (Rp. 150.000) per 100 meter perseginya. Tanah urugan ini harus dikembalikan dan lingkungan harus direstorasi seperti sediakala, setelah pengeboran selesai.

Cuma segitu? Masih ada lagi.

Karena Rig Pengeboran selalu diasosiasi dengan kebisingan karena selalu 24 jam berisik, maka pak Notman masih mendapatkan AUS 200 (Rp. 1,3 juta) per hari sebagai kompensasi kebisingan. Ini baru ASOOI Masih ada lagi yang hampir ketinggalan, lantaran Rig masih perlu air tawar guna keperluan pembuatan lumpur, cuci cutting para mudlogger, yang kebetulan sekali danau-danau tempat minum dan mandi para Sapi milik pak Notman bisa diexploitasi airnya, dan untuk ini ia menerima AUS 100 (Rp. 630.000) perharinya untuk penjualan air danaunya. Tambah ASSOI - easy money

Para Geologist dan MudLogger yang dapat pekerjaan disana untuk memeriksa cutting sering heran terheran bingung ada batuan baru yang panjang, pirang seperti rambut "lain-lain" milik Paris Hilton. Usut punya usut rontokan bulu domba dan sapi katut dalam air. Tiwas (terlanjur) sudah membayangkan episode Joko Tarub yang ngintip gara- gara ia menemukan rontokan "wool" Nawangwulan di hilir sungai.

Salinan kontrak penggunaan tanah dipasang didinding ruang makan sehingga setiap orang tahu hak dan kewajiban masing-masing. Dan yang paling penting tidak terjadi jegal menjegal karena satu pihak merasa belum dibayar, pihak lain sudah membayar. Hanya sayangnya danau ini lama kelamaan menurun level airnya sehingga dikuatirkan mengganggu habitat cacing MegasColides, sehingga jatah air didatangkan dari tangki air tawar dari tempat lain. Kadang air drop-dropan ini tercemar karet, atau benda asing sehingga mengganggu sistem pompa rig. Sehingga perlu waktu untuk membuangnya.

Yang jelas bagi pak Notman beternak Tanah Garapan akan lebih menguntungkan daripada sapi perah.

Gippsland
15 November 2004

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com