Pak Depan

Date: Fri Jan 12, 2001 10:53 am

Banyak cara orang memanggil rekan-rekannya sesuai dengan profesi yang bersangkutan.

Kromo Baygon karena pak Kromo bekerja di pabrik obat nyamuk Baygon. Embah Sutopawiro karena sampai usia tuanya menekuni usaha pembuatan krupuk "karak" yang terbuat dari beras ketan, maka ia dikampung terkenal dengan Suto-Karak. Mas Nano yang sehari-harinya pengemudi ojek, tidak dipanggil Nano Ojek melainkan Nano-kasus. Usut punya usut, mas Nano ini biar kelihatan terpelajar ia seringkali mengawali pembicaraan dengan ucapan "Wah ada kasus nih."
Di tilang polisi, misalnya, ia akan bilang "wah saya ada kasus dengan polisi".

Anehnya pak Surat, malahan lebih populer sebagai pak Depan. Semula saya memperkirakan beliau yang memang pensiunan polisi mungkin kesukaannya berbaris didepan sehingga mendapatkan gelar tersebut.

Pak Surat rajin berolah raga, cuma diusia memasuki 70-an, angin pagi yang segar sering berubah menjadi pembawa flu. Untuk itu, pak Surat selalu nampak berolah raga dengan stelan baju kaos olah raga (training pak) lengkap dengan topi dan handuk kecil.

Namun ada celana olahraga kaus yang membingungkan pak Surat, ia kerapkali bingung membedakan mana bagian yang menghadap ke belakang, dan mana yang bukan. Apalagi kalau celananya itu tidak berkantung dibelakangnya.

Untuk menyiasati persoalan tersebut, pak Surat memberi tulisan spidol di bagian depan celana olahraganya dengan tulisan "DEPAN". Akibatnya, beberapa kenalan barunya yang ditemui di lapangan olahraga, menyangka bahwa itu adalah namanya, sehingga sering dipanggil jadi pak Depan. Karena umumnya orang menuliskan nama atau initial nama pada barang miliknya, dan bukan petunjuk cara memakai celana.

Mimbar Seputro
0811806549
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Meditasi Lilin bikin PeDe

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten