Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 16, 2006

Packman Pengobat Kanker (13707)

Date: Fri Jul 16, 2004 12:08 pm

Pada usia yang sangat belia Ben Duskin 9 tahun, di vonis dokter menderita leukimia. Biasanya penderita demikian oleh dokter hanya diperpanjang qualitas hidupnya, namun bukan usianya. Sambil menjalani terapi semacam kemo dst, oleh ibunya ia diperkenalkan permainan video game klasik yang amat terkenal yaitu pack-man. Packman digambarkan sebagai lingkaran 7/8 penuh yang berusaha memakan lawan-lawannya. Dengan permainan ini Ben berlatih memvisualisasikan bagaimana dirinya sebagai PackMan yang melahap sel-sel kanker. Di samping untuk meringankan efek samping sebuah penyinaran radioaktif.

Ternyata Ben mampu mengalahkan sel-sel kanker.!!!

Ben belum kenal mengapa ia bisa sembuh dari penyakit tersebut. Malahan ia memiliki keinginan agar bisa membuat Video game yang sebetulnya adalah pertarungan kanker dengan manusia. Ben masih terlalu muda untuk mengerti bahwa membuat sebuah program permainan, tentu tidak semudah membeli satu keping CD permainan itu sendiri.

Keluarganya, teman-temannya tersenyum sedih mendengar cita-cita berujung jutaan dollar, karena itu akan melibatkan penulisan software, sewa programmer, sewa konsultan kesehatan dan seabrek persiapan yang maha-mahal. Tetapi inilah kemampuan afirmasi - dahsyatnya sebuah mimpi. Tidak ada yang mustahil kalau seseorang berusaha. Ben menuliskan kemauannya ini kesebuah website bernama www.makewish.org - disini banyak ditulis permintaan bocah menjelang ajal akibat aid dsb, misal ingin maka es krim bersama Ben Johnson atau pesohor kelas dunia yang lain..

Ben menulis, I wish .... yang intinya seperti di atas.

Eng ...ing eng, Super hero datang

Seperti halnya dalam permainan Video, dimana ada chaos, maka pahlawan maju kemuka. Maka kali ini sang Hero adalah seorang Eric. Sebagai senior programmer pada perusahaan LucasArt Video Game papan atas, berita tersebut sampai ke telinga Eric Johnston. Eric adalah super hero dalam kehidupan sehari-hari. Sarjana elektro, instruktur trapis (akrobat udara), kadang jadi stunt man, kadang aktor TV dan berhati mulia ini tersentuh sat membaca keinginan Ben. Ia lalu menghubungi keluarga Duskin dan berjanji akan menuliskan software untuk Ben. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Ben sepenuhnya terlibat dalam perencanaan sequel permainan. Daya hayal seorang bocah 9 tahun diexplore habis. Ternyata tidak mengecewakan. Untuk urusan yang melibatkan ilmu kedokteran, tidak ketinggalan dokter pribadinyapun dilibatkan.

Setiap minggu ia bekerja sama dengan Ben untuk mengulas ide cerita video game mereka. Berbulan-bulan ide dituangkan dalam sederetan kode komputer dan diuji berulang-ulang. Di layar akan nampak seorang bocah bermain skate board. Misalnya seorang pemain harus dibekali oleh kesehatan yang ia peroleh dari rumah sakit, amunisi dari pharmasi, dan tidak lupa attitude yang bisa diperoleh dari rumah. Lalu musuh dalam permainan ini digambarkan pagar listrik yang bisa berakibat seorang pemain kehilangan nilai attitudenya atau kepercayaan diri. Dalam pengobatan kanker, kepercayaan diri adalah faktor yang sangat berpengaruh.

Permainan ini pada dasarnya adalah riwayat hidup Ben, penggemar skate board dalam menghadapi kanker. Ia harus berobat untuk memperoleh kesehatan, tidak lupa minum obat dan yang penting sikap untuk pantang menyerah (attitude).

Musuh-musuh dalam game ini adalah monster yang menebarkan bola api, merontokkan rambut, bahkan ada yang menebarkan demam. Setidak-tidaknya demikianlah penderitaan yang dialami oleh Ben selama melawan sakitnya. Cuma satu pesan Ben, penggemar masakan china dan es krim ini, pemain disini tidak boleh terbunuh. Sebab ide cerita, jangan menyerah terhadap kanker.
Catatan:

ABOUT BEN'S GAME
The object of the game is to destroy all mutated cells and to collect the seven
shields that provide protection from common side effects of chemotherapy. The
shields are guarded by a "monster":
. Colds - Iceman Monster
. Barf - Robarf Monster
. Chicken Pox -Big Chicken Monster
. Fever - Firemonster
. Bleeding - Vamp Monster
. Hair Loss - Qball Monster
. Rash - Tornado Monster


Three health levels serve as ammunition in the game:
. Health you get from the hospital
. Ammo you get from the pharmacy
. Attitude you get from home

Ingin mencoba permainannya silahkan kunjungi http://makewish.org lalu klik
gambar bocah sedang bermain skate board.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com