Petinju Kita Kurang Protein Otak

Membaca berita duka di koran bahwa Selasa 20/3/07 lalu, Petinju Anis Dwi Mulya harus menemui ajalnya menyusul rekan sebelumnya Moses dan Jack Ryan yang petinju. Jack meninggal setelah sebelumnya dipukul KO pada ronde ke-8 oleh Samsul Hidayat. Moses meninggal setelah bertarung dengan Kaichon Vorapin.

Anis meninggal setelah sebelumnya dinyatakan TKO pada ronde ke enam, setelah Jumain pelatihnya meminta wasit Laode Makbudu pada ronde tersebut untuk menghentikan pertandingan berhadapan dengan Irfan Bone di Gelanggang Tinju Indosiar pada Kamis 15/3 karena kondisi stamina Anis yang anjlok sehingga tidak mampu meneruskan pertandingan. Sekalipun ada penjelasan lain seperti kemungkinan ia terserang Demam Berdarah (?), maka Almarhum adalah korban ke 21 yang tewas akibat benturan kerasnya kepalan.

Kalau kita merunut tiga tahun sebelumnya yaitu pada 2004, pernyataan dr. Tommy Halauwet yang menyatakan bahwa secara alami orang Indonesia tidak berbakat menjadi petinju.

Pendapat Tommy tentu tidak main-main sebab didukung oleh penelitian bagian Neurologi Universitas Indonesia yang mengambil sampel dari 59 petinju Indonesia. Hasilnya cukup mengagetkan bahwa 20 petinju Indonesia memiliki protein jenis E4. Padahal yang dibutuhkan adalah petinju dengan protein jenis E2 dan E3 seperti petinju Jepang dan Korea yang memiliki protein otak jenis E2 dan E3. Dengan bahasa awam. Orang dengan protein jenis E4 akan rawan gegar otak sebesar 32 kali daripada yang memiliki jenis E2 dan E3.

Biaya pemeriksaan protein E4 dianggap cukup mahal yaitu Rp. 200.000 (2004) maklum peralatannya masih harus didatangkan dari Jepang. Untungnya pemeriksaan ini cukup sekali saja untuk seumur hidup. Seperti sekali golongan darah anda "O" seumur-umur ya "O".

Ironisnya sudah tahu memang dari sononyo otak kita ini rawan gegar-otak, apa tidak ngenes melihat pengendara motor sliwar-sliwer sekeliling kita dengan hanya pakai topi baseball, atau pakai helm aspal sebagai usaha mengelabuhi bapak polisi lalu lintas.


Ke 21 petinju yang tewas adalah Jimmy Koko (1948), Ricky Huang (1959), Sarono (1961), Robby Paff (1970), Aceng Jim (1978), Domo Hutabarat (1982), Agus Souissa (1987), Wahab Bahari (1987). Bongguk Kendy (1990), Yance Semangun (1993), Akbar Maulana (1995), Dipo Saloko (2000), Bayu Nyong Tray (2001), John Namtilu (2001), Alfaridzi (2001), Donny Maramis (2001), Johanes Bones Fransiskus (2003), Mula Sinaga (2003), dan Antonius Moses (2004), Jack Ryan (2004), Anis Dwi Mulya (2007)
Tag/Label
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe