Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 06, 2006

Nokia dan Nopia

Date: Thu Feb 21, 2002 8:30 am

Sungguh mati saya belum bisa menghilangkan pikiran untuk plesetan Nokia menjadi Nopia atau sebaliknya, padahal para selingkuhwan dan selingkuhwati menggunakan term NOKIA yang diambil dari jargonnya "connecting people" - hubungan intim. Seperti halnya kalau mau main
tabrak 'blind date', pakai jargon NIKE - "lets do it", sedangkan kalau masih kepingin multiple orgasme, tinggal ambil jargon Pepsi - "ask for more".

Adalah seorang pemuda Finlandia yang biasanya tukang pencet puting susu sapi, tapi si-Fredrik Idestam yang sepulangnya dari Jerman bukan jadi Presiden, tapi malahan mendirikan Perusahaan Pengolahan Hasil Hutan di Helsinki, tahunnya 1860 yang kelak berganti nama NOKIA Coorporation seratus tahun kemudian. Ada yang bilang, manajemen perusahaan ini semula diolok-olok seperti Minah Gadis Dusun, Norak gitu.

Dua tahun kemudian 1962, Nokia mendirikan divisi Telekomunikasi yang mulai menggali bisnis ponsel. Konon baru 3% penjualan Nokia bila dibandingkan hasil penjualan Divisi lainnya yang bukan telekomunikasi. Perusahaan Mudlogging dengan revenue 10% dari divisi lain sudah alamat masuk gawat darurat. Tahun 1989, secara resmi Nokia Mobile Phone diresmikan, dan celakanya tahun 1991 terjadi resesi dunia sehingga banyak perusahaan yang menunda program Riset dan Pengembangan karena dianggap buang-buang uang, sejalan dengan pemikiran umumnya pebisnis di Indo yang lebih suka membajak para pekerja dari luar daripada keluar uang (sedikit) untuk melakukan training dilingkungan sendiri.

Cuma Nokia masih membandel, mereka tidak segan-segan membuang uang untuk Riset pada saat sulit, dan pilihan ini menguntungkan sebab laba perusahaan naik 90% dan seterusnya sampai mampu membanjiri pasaran Amrik yang tadinya didominasi Motorola. Kaum seleb Nokia Jorma Olila dan Anssi Vanjoki membeberkan dalam buku yang ditulis oleh Dan Steinbock - NOKIA THE REVOLUTION sebagai berikut.

Ada tiga "rahasia" yang menjadi faktor sukses Nokia. Karena saya bukan pengunyah buku Bisnis Administration kecuali koran Warta Kota, maafkan kalau tidak ada istilah "win-win solution, added value, bargaining position, end user" dsb dalam catatan ini.

Getting Done - yaitu kemampuan menata waktu sehingga menjadi lebih produktip. Banjir informasi, harus disikapi dengan penataan waktu yang tepat.

Benchmarking - slogan "You arent there yet if someone else doing it better",lha bagaimana bisa. Startnya saja sudah kecolongan dengan Erisson, kok bisa belajar dari keunggulan lawan dan menjadi lebih baik.

UKUR, Nokia tidak jemu-jemunya melakukan pengukuran, monitoring semua aktivitasnya. Kalau teknologinya kalah dari pesaing, bikin agar salesnya lebih banyak. Jadi pasarnya menggempur tingkat low-end saja.

Ini kata mereka adalah strategi "contingency plan and action". Mungkin kalau bahasa saya "jalan alternatip".

Tokoh tukang otak atik design Nokia yang bisa bikin guemes adalah Frank Nuovo. Katanya mereka tidak segan-segan pergi ke Guandong hanya untuk mencari inspirasi agar tercipta produk yang bikin heboh. Konon 50% pendapatan Nokia dipakai untuk divisi anak emas Nokia yaitu R&D.

Mudah-mudahan, pengusaha Bakpia maupun Nopia bisa mengikuti jejak ini.

Thursday, February 21, 2002

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com