Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 08, 2006

Nasi Goreng Kambing Muda dari Kb. Sirih

Date: Fri Feb 7, 2003 9:02 am

Membuat nasi goreng itu mudah, maklum masakan yang aselinya dari Cina ini tidak memerlukan bumbu yang njelimet sehingga sering diperlombakan. Menjelang perayaan hari Kartini misalnya, sekalipun terkesan monoton tetap saja ada orang melakukan lomba membuat nasi goreng bagi kaum lelaki plus pasang dasi bagi yang perempuan. Tetapi membuat nasi goreng menjadi nikemadnya dan lazid jidaan, itu ada ilmunya tersendiri.

Kantor pusat di Paris pernah minta resep nasi goreng untuk diabadikan jadi Kalender, sampai tahun baru Kambing air (atau kambing emas seh) sudah masuk paruh bulan, sang kalender belum terealisasikan. Malah sebagai gantinya kami mengirimkan kalender buatan Jakarta ke negeri perkasa. Tapi lumayan karena saya sutradaranya pembuatan kalender bukan sabun, maka foto saya nampang juga cukup banyak.

Ada satu warung Nasi Goreng Kambing yang letaknya tentu pak Roes, Pak Pri, Bu Andam dari Perkasa Equatorial (Sebuah Perusahaan Minyak Bagi Hasil) lebih mahfum lagi lantaran pagar kantornya ditumpangi penjual nasi goreng ini, disamping dijadikan permukiman demo orang dari Iraq, Afganistan berhubung perwakilan UNHCR ngetem tempat di lantai basement. Lokasi warung yang sudah buka sejak jam 17 ini ada di jalan Kebon Sirih.

Jalan Kebon Sirih adalah daerah target operasi saya, terutama di gedung Arya tempat posko perusahaan minyak Perkasa Equatorial Sembakung dan Pilona Tanjung Lontar. Di jalan ini pula terdapat Legian edisi Betawi yaitu jalan Jaksa, bule Australia, bule
Amerika, bule Nigeria yang kesohor tukang tepu dan pembawa narkoba, semua kumpul disini. Bila malam menjelang persis perkampungan bule-bule muka mikrolet. Alias muka dan pakaiannya kumuh.

Lantaran warung Nasi Goreng Kambing Muda ini sudah 30 tahun lebih berdiri, sejak didirikan oleh Naim, maka Tabloid Kontan mengkategorikannya sebagai Nasi Goreng yang sudah Legendaris sehingga mereka menurunkan laporan mengenai keberadaan warung tersebut. Adalah Rudi sang putra mahkota yang mulai menjalankan bisnis ini, syaratnya dia sarjana dulu.

Begitu anda duduk di kursi dengan payung ala di pinggir kolam renang, atau lebih memilih selonjoran di Mobil, maka segera anda akan didatangi salah satu diantara tiga, yaitu pelayan warung yang mencatat order anda, pengamen atau pengemis. Tinggal mana yang paling cepat larinya.

Diujung sana anda akan lihat nasi goreng menggunung diatas "wok" yang besar. Mungkin cukup untuk dua orang raksasa yang kelaparan, kalau manusia biasa ya sekitar 50 piring. Hidangan disiapkan tanpa garpu sehingga kalau anda tidak sabaran, maka gunakan telunjuk sebagai penahan nasi goreng. Pasalnya selain piringnya ceper, kecil, nasinya cukup licin. Maklum minyak samin dipakai sebagai bahan penggoreng sementara beras kelas dua dipakai untuk bahan dasarnya.

Lho kok kelas 2, lha iya sebab kalau beras nomor 1 dipakai mereka cemas hasilnya lengket dan menggumpal. Dan ini rahasia nasi goreng, beras harus yang keras agar tidak lengket. Persis pertanyaan kenapa Chinese Food harus disertai teh pahit. Sebab satu sama lain saling melengkapi..

Begitu suapan pertama memasuki mulut anda, kunyah dengan penuh perasaan untuk menikmati bagaimana rasa nasi goreng seakan bercampur dengan aroma gule kambing. Bagi yang "kulina" Kuliner biasa, maka layar otak akan mengirimkan signal, pasti rasanya ada campuran gongseng cabe, garam, dan bawang, brambang, sedikit kecap.

Anda akan salah terka (bagi yang belum pernah), sebab lidah anda akan disambut sensasi yang lain, aneh tetapi sepertinya sudah pernah kenal, gitu. .

Inilah khasiat rempah-rempah rahasia dari warung nasi goreng. Salah satunya adalah kapulaga. Jadi ini memang bukan nasgorkammujd biasa. Belum lagi selesai anda menghitung sampai 3 dari 33 kali jumlah kunyahan yang dianjurkan bapak dokter gigi (tapi dokter gigi juga tidak melakukannya, cuma menganjurkan), maka "mak-ceplus" gigi anda diganjal oleh barang empuk dan lazat, lha itu potongan tubuh "mahluk tahun 2554" yang memang sudah dicampur dalam hidangan anda.

Sehingga kalau mata dilayangkan ke pengungsi Iraq yang hanya berjarak 10 meter dari anda maka jelas wajah pengungsi ini banyak yang beraura "BMW" katimbang aura "Mikrolet" serasa berada di negara Timur Tengah. Kadang ada satu dua perempuan pengungsi mendatangi warung rokok sekitar untuk numpang cuci tangan. Biasanya mereka cuma paham kata "Ibu" lalu kelima jari tangan disatukan sebagai isyarat, numpang "wijik" - cuci tangan. Yang lelaki ada yang pakai sarung. Lha pengungsi kok pakai handphone tilpun ke manca negara, bajunya rapi, perlente. Kalau mau di Indonesia yang paceklik wajah aseli, muka seperti itu bisa gantikan familinya disini, seperti Ayu Ashari, Sarah Ashari, Soraya Haque. Ada juga yang mirip Mayangsari minus berbasah ria nungging.

Tapi kalau anda mau tunggu mahluk dugem mampir disini ya tunggu saja larut malam di akhir pekan sepulang mereka dari "klabing". Siapa tahu "Inul Daratista" itu penyanyi dangdut yang kalau goyang ngebor luar biasa sekali, bahu meliuk kekanan, tapi pinggul dilempar kekiri. Mirip balon penuh berisi udara lalu dibuang isinya diudara. Ciri lain Inul, dia paling demen, "nguri" penonton. Maksudnya dengan membelakangi penonton maka adegan bokong ngegol lebih afdol lagi....

Pulang dari warung amigos, bibir masih serasa pakai lipstik. Basah, agak tebal dan kadang kalau berdahak, rasa gule masih muncul....

Menurut Kontan sehari mereka menghabiskan setengah "kental" beras dan 30 kilo daging kambing muda.

Lazzid Zidaaan.....
Ah....

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com