Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 07, 2006

Nasi Gongseng

NASI GONGSENG “Bumen Jaya”

Ini bukan salah tulis “gongseng”, tetapi warung yang terletak 300 meter timur jalan tol Grogol Semanggi, di jalan Pejompongan Raya no. 8, depan gedung pertemuan BDNI ini memang menyediakan nasi goreng tanpa minyak. Tepatnya nasi gongseng atau shangrai.

Begitu bokong menyentuh bangku, pelayan dengan sebatnya sudah menyodorkan sepiring tahu Sumedang, mungkin dia mahfum pesanannya membutuhkan waktu agak lama jadi untuk mengalihkan perhatian calon pembeli lebih baik mulutnya diganjal dengan tahu Sumedang.

Yang menarik, warung ini menggunakan logo “BJ” kependekan dari Bumen Jaya, yang kalau sepintas persis simbul kontraktor service yang bergerak di bidang Perminyakan yaitu Oil Well Cementing dan Oil Well Testing. Cara masaknya masih menggunakan bara api dari sebuah anglo. Seorang juru masak dibantu seorang asisten khusus kipas-kipas dan kadang kupas-kupas (bawang) nampak sibuk melayani pembeli. Semua pelayan lelaki kecuali bagian kasir. Mungkin kalau urusan duit, kaum hawa lebih serat-sebret ya.

Sudah pasti cara masak ini memerlukan waktu cukup lama, kecuali mister Ando-San sang penemu mie-instan ada disini. Akibat membludaknya pengunjung yang mengisi 11 meja @8 orang, maka nasi gongseng biasanya diublak sekaligus kecuali telur ceplok gorengnya yang dimasak terpisah dari dapur lain. Maklum telur di gongseng bakalan lengket ket di wajan.

Anda bisa memesan nasi gongseng dengan kepala, sayap (swiewie), dan brutu. Atau bakmi ayam dengan kombinasi daging yang berbeda. Soal “brutu” saya punya dongeng yang melatar belakangi mengapa saya agak takut mengorder brutu didepan ibunya anak-anak lantaran ceritanya kalau dia ingat bisa gedruk-gedruk.

Dulu masih kecil saya dilarang makan “brutu” atau “burit=palembang” oleh orang tua. Ceritanya, di Yogya dulu saya berkenalan dengan seorang wanita-pro yang hobinya makan sate brutu ayam cak pa’I di jalan Ambarukmo. Saya juga suka sate brutu tetapi jujur saja, lebih menyukai “brutu” mbak “something” yang kalau kenalan dengan pelanggan namanya jadi berbau Manado “IKE”.

Sekalipun cuma tamatan SMU pun tidak jelas, cewek ini punya kartu mahasiswi Kedokteran-Ngasem. Maksudnya agar jasa pelayanannya terdongkrak. Mahasiswi kedokteran Ngasem Je! ngakunya – ketika rahasia trekjing antar poros ditengah ini sempat tercium, pacar bukan main sekoknya padahal saya menganggap itu fitness dalam pengejawantahan yang lain bentuk, sementara yang satu mengatakan soal integritas dan kejujuran.

Sejak itu kata “brutu” seperti menjadi momok bagi Erni, isteri saya. Daripada ribut dengan betina galak ini saya memilih untuk menyetip kata tersebut dari kamus saya.
Penjual sate "brutu" namanya cak Pai yang dulu saya ingat suka sekali menambahkan kata “sugesti” dalam setiap percakapan ala elit, misalnya “oh sugesti anda makan Sate Brutu dengan bumbu kecap?” – sekarang cak ini sudah tidak berjualan lagi lantaran terkena perkara karena men-sugesti anak 12 tahun.

Delik “sugesti” perkosaan.

Kembali ke sugesti makan. Selain nasi goreng diresto ini ada bakmi godog ala Bumen. Sate Kambing, Tongseng, Gule dan Jus Buah. Daftar menu yang membingungkan adalah tersedianya voucher isi ulang yaitu Simpati, Mentari, IM-3 dan Pro-Exel. Oh ternyata sambil mengisi perut, sang handphone bisa disugesti isi ulang. Sebuah sugesti re-inventing yang boleh diacungi jempol.

Grogol 7 Juli 2002

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com