Minum Teh

Orang Jepang punya tata cara dalam minum teh, harus duduk di tatami, minum dengan hidmad, pendeknya ada upacaranya. Padahal minum teh, apalagi teh celup, ya tinggal seduh air panas, masukkan teh Lipton (kalau di Rig Pengeboran), atau Sariwangi yang kalau kecipratan air panas benangnya lepas. Cilakanga di TIPI, gambarnya sekeluarga minum teh celup SW sambil tehnya di naik turunkan seperti orang main Yoyo.

Bagi Orang Jawa, dikenal minum teh dengan istilah Legi,Panas lan Kenthel. Minumnya di sruput dan diakhir dengan sedikit upacara mengeluarkan suara "AHHH". Para Kakek dan Nenek, kalau menyeduh teh "Potji" hanya boleh 30 menit teh berada didalam potji, lebih dari itu, yang ada cuma rasa sepet katanya.

Kebiasaan yang rada kurang etis ini mendarah daging pada saya sehingga pada suatu hari (nggak nyolong timun), seorang rekan melihat anaknya minum teh sambil mengeluarkan suara "AHH" - dia kaget bukan main lantaran dia paling BeTe kalau liat saya melakukan perbuatan tak disukainya, eha malah anaknya ketularan. Emang enaaak.

Untuk minum Kopi (LAMPUNG lho), kami biasanya merebus kopi tersebut, baru dicurkan ke gelas. Lebih meresap dari pada kopi tubruk.

Tadi siang di JCC, saya merasa AC sangat dingin sehingga AQUA digelas kristal seperti minum air es. Nah penyakit tua datang, aku "kepuyuh". Masuk Toilet, sayup-sayup saya mendengar suara "AHHH" dari suatu ruangan yang tidak perlu saya ceritakan lebih terperinci.
Lho kok persis orang keenakan minum teh "NasGiThel".
Ternyata tidak cuma memasukkan air teh saja pakai AHH, mengeluarkannya pun pakai AHH.

Ahh sial bener tu orang.

Date: Wed Aug 22, 2001 2:31 pm
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe