Menulis menurut Manager Sontoloyo

Date: Tue Feb 4, 2003 4:38 pm

"Saya mohon beribu maaf, kalau kesannya mengajari anda membiasakan diri menulis," kata pembuka Manajer Sontoloyo.

Sontoloyo melihat manajemen pabriknya silih berganti, tapi yang bangsa sendiri masih "sak thil". Dilihatnya wajah orang Malaysia, Filipina yang serumpun gitu, sama-sama gembul makan nasi, kalau makan sop kambing masih sering bilang "wah kolesterol," tapi nanduk (tambah), wajah sama, perawakan sama, tetapi posisi penting jatuhnya kesana terus...

Kalau diamati lagi, mereka tidak pinter-pinter amat, bahkan ada yang cenderung se-ErTe dengan tolol, lalu apa yang membuat mereka dipercaya perusahaan katimbang bangsa ini?

Disiplin kerja ? barangkali
Bukan, mereka tidak berbeda dengan kita...

Bahasa Inggris?
Ini mungkin, tetapi lihat generasi kita sekarang, cas cis cus berbahasa Inggris, ada para pendatang yang Inggrisnya lebih parah abis daripada kita..

Kelebihan mereka, tulis Sontoloyo, Mereka pandai menyampaikan pendapat dalam bentuk tulisan. Susunan logika dan argumentasi yang mereka suguhkan umumnya menarik sehingga mampu memaksa dan terus memaksa kita untuk memahami jalan fikiran mereka..

Terus Sontoloyo menulis dalam Box dan huruf tebal:

MASIH BANYAK ORANG BERPENDIDIKAN CUKUP TINGGI YANG MASIH MENGANGGAP BAHWA YANG DISEBUT KERJA ITU ADALAH KERJA F.I.S.I.K.

"Kalau suruh kerja berat, jangan raguin gue, tapi kalau jangan buat laporan. kata mereka bangga

Ini dia, Tidak Bisa Tapi Sombong...

Puluhan atau belasan tahun lalu, sarjana yang bekerja dengan rajin dan kerja fisik, mungkin memang dicari. Tetapi manajemen sekarang lebih pintar sehingga orang-orang "fisik" sudah dianggap tidak layak untuk suatu jabatan. .

Contohnya, kalau pemerintah berniat memasyarakatkan pemutihan akte kelahiran sertifikat tanah atau dokumen penting lainnya, selalu disambut dingin. Akibatnya banyak petani yang tanahnya diserobot oleh orang-orang yang lebih memahami pentingnya suatu dokumen.

"Saya pribadi sebagai manajer Sontoloyo yang menyadari bahwa orang sekeliling saya mempunyai kelemahan umum yaitu "tidak pandai menulis", selalu berusaha meningkatkan kemampuan saya dalam menulis, menganalisa dan seterusnya..."

Sontoloyo meberikan sebuah contoh dengan dialog...

"Pak Fulan, berapa hasil produksi kelompokmu hari ini?," tanya Sontoloyo

"Ini begini pak, Si Aman tidak masuk sebab neneknya sakit, Si Badu minta ijin pulang anaknya jatoh dari pohon jambu, si Cuncun..."

"Ya, ya jadi berapa produksi hari ini..?"

"Entar dulu pak, mesin satu rusak, mesin sebelas tunggu suku cadang, jadi...

"Pertanyaan saya sederhana pak Fulan, berapa produksi hari ini sebab setengah jam lagi saya harus membuat laporan..."

"Bapak sih nggak tahu, bahan baku Sinto dan Romo dari India sering lengket susah ditangani, saya sedang suruh Edo dan Ganda untuk..."

"Sekali lagi saya tanya, berapa produksi hari ini...."

"Kalau produksi sih saya belum tahu, dari tadi bapak mengganggu terus sih," katanya sambil ngeloyor...

MBS
Disarikan dari Cara Manajemen Sontoloyo...
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe