Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 13, 2006

Menulis lagi

Ada 3 nama paling tidak yang oke bangget untuk di keker-keker teknik membuat tulisan.

Jalaludin Rakhmat. Bagaimana cara dia berkhutbah, lalu mengonstruksi ilmu menulisnya, menyampaikan gagasan kepada orang lain secara indah, menyentuh dan menggerakkan. Doktor ini juga tidak memiliki daya linuwihnya secara tiban" - bukankah dia pernah presentasi didepan profesornya. Biar mutu semua ayat disitir, semua isi benak orang pintar di kutip. Akhir presentasi ia mengharapkan pujian atau ponten tinggi dari gurunya. Eh malahan ujung-ujungnya kecewa berat lantaran sang guru bilang "aku ndak ngerti sampeyan mau menyampaikan pesan apa?" - sejak itu ia seperti menggali ilmu bahwa setiap kata harus bisa dimengerti minimal oleh gurunya dan masyarakat.

Cak Nun yang lincah dengan kata-kata. Dia ahli pol-polan soal menggabungkan latar belakang budaya yang satu sama lain berbeda - salah satu contohnya istilah ahlul-terminal atau sosiologi munyuk. Sekali tempo dia pernah menulis wanita PSK. Kalau penulis lain akan menulis wanita desa diperkosa pacar, punya anak ditinggalkan, mulai coba minuman keras, merokok lalu mulai gatal cari duit. Tapi Cak Nun dengan lincah mengatakan kalau batang tenggorokan selalu lecet padahal tidak kena flu, atau ke belakang dubur sakit padahal bukan ambeien. Itu bukan masalah bagi Perempuan ayu ini. Yang penting dompet menggembung. Bukan main.

Kalau mau contoh kepiawaian mengeksplorasi makna kata. Ustad Quraish Shihab jagonya. Tengok dia berbicara sambil mengernyitkan hidung untuk menahan kacamata melorot atau sudah jadi saradan (kebiasaan) maka Ustad ini sarat dengan kata-kata yang teratur. Dia mengatakan makna Puasa, maka kalimat lanjutannya kita bakal mulai diisi bertahap dengan apa itu puasa, sampai bisa melayang kesana kemari. Tanpa merasa dibodohi, ditakut-takuti, dikompori. Nurani serasa membetulkan apa yang ia ucapkan. Hebatnya ustad bisa mengajak kita untuk selalu melihat kamus bahasa agar orang tidak obral kata tanpa makna. Dan ketika dia selesai dengan uraiannya. Terasa dada ini penuh. Seperti kenyang rohani. Jago banget deh.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com