Mengunyah Kopi

Date: Thu Jan 8, 2004 8:29 am 12730

Masih soal kopi yang tidak habis-habisnya di kopi dan mengkopi posting saya sebanyak 3 kali sehingga memanen pertanyaan dan mas Henry dari Cikini dan mbak Rinta Gellert dari USA. Maapin ya harus delete posting sampai 3 kali.

"Pria setengah baya itu mengeluarkan kantung plastik dalam tasnya. Ternyata sekantung kopi dan sekantung gula. Saya pikir ia akan menyeduh racikan tersebut menjadi segelas kopi. Ternyata saya salah. Dengan tenang ia menyendok kopi dan memasukkan langsung kedalam mulutnya, kemudian menyendok gula dan memasukkan lagi langsung kedalam mulutnya. Ia mengunyah sebentar, lalu minum air putih dari botol. Setelah acara minum kopi selesai, ia lalu merokok dengan nikmatnya..." demikian ibu Dewi Asmara dari Depok menulis dalam sebuah majalah. Ia heran-terheran melihat orang (nguntut) menikmati kopi tanpa air panas.

Kalau saja ibu Asmara Dewi sudah lahir sempat bertemu saya di asrama Brimob Kertapati, Palembang pada tahun 60-an saat saya masih SD kelas 3 sudah melakukannya, maka ia tidak akan heran-terheran dan tidak akan menuliskan pengalamannya di Intisari. Pasalnya umur segitu dimana saja di planet ini anak umbelan yang ketahuan ngopi alamat diberi julukan bejat, jebat, benjut dan benjut. Melebar lagi ke gaya para politisi "Generasi Bangsa Bakal Hancur, kalau anak anak ngopi..."

Tuuuh.. nggak porno, nggak ngopi, nggak rokok... para politisi senang betul pakai embel-embel "Generasi Muda Bakal Hancuuur... kalau ....."

Tapi namanya anak tangsi, kita sudah setia dan loyal kepada ortu, eh teman sebelah ngojok-ojoki, "banci kau, ngopi bae dak berani, potong tu burung". - maaf tidak usah diterjemahkan. Akhirnya sekalipun takut, saya persis Nemo anak ikan badut yang dibujuk-bujuk temannya si Sotong dan Kuda Laut agar berenang ketengah lautan untuk menyentuh pinggiran kapal pesiar Dr Wallaby dari Sydney. Animasi "Finding Nemo" - Pixar/Disney yang diduga contekan dari karya orang Perancis bernama Calves (1995) berjudul Pierrot Le Pisson Clown. Maka saya juga mulai dengan inisiasi "chewing coffee" - mulanya sih terasa getir, tetapi lama-lama enak gila.

Dan keterusan.

Selain kopi kadang kalau ada susu, ya susu juga diminum "cara keringan", alias diuntut. Saya tidak tahu darimana ide ini muncul, mungkin diversivikasi dari makanan sagon (tepung beras dan kelapa yang digoreng kering.) Atau ikutan bule Big Bill dari Texas di Rig Pengeboran Maxus dan ARCO yang hobbinya nyisik tembako. Itulah masa saya mulai belajar ngopi. Dan dikembangkan dengan belajar merokok daun kawung alias nipah. Masih terlalu dini memang. Tetapi dimana-mana pergaulan akan banyak pengaruhnya terhadap pola dan sikap laku seseorang. Lha kalau dulu sudah ada acara belajar ngedrak murah meriah alias "ngelem" bukan tidak mungkin saya "katut-grubyuk" alias ikut-ikutan. Untunglah masih terlindungi hal-hal tersebut. Atau waktu itu jamannya belum tiba.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe