Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 10, 2006

Mengatasi Kemapanan

Duapoli antara Indosat dan Telkom sudah banyak diketahui orang. Mereka seperti seteru satu sama lain, apalagi ketika itu Indosat belum di jual ke Singapore. Lalu bagaimana reaksi "orang lama" di Telkom ketika Cacuk Sudarijanto yang notabene berasal dari Indosat (baca kompetitor) masuk ke jajaran Telkom. Jangan-jangan Cacuk adalah "bom waktu" yang
ditanam pihak Indosat untuk menghancurkan Telkom. Apalagi Cacuk masuk dengan membawa "kabinet"nyn. Orang bertanya-tanya, ada apa ini?
Sumilan seorang Kepala Divisi Telkom Jawa Timur memiliki kenangan tersendiri akan sepak terjang Cacuk yang dinilai kontroversial.

---ooo---

Di Telkom waktu itu dikenal birokrasi urut kacang, maksudnya jelas anda boleh pinter, muda, dan potensial. Tapi selama atasan anda masih nongkrong dikursinya maka jangan harapkan promosi mengganti atasan anda sekalipun dia sudah nampak pikun dan pelupa. Dan lebih banyak marah daripada memberikan pengarahan. Jadi yang muda, yang pinter, yang sarjana, yang esdua, yang embeak, cuma menjadi obyek gurauan sang pimpinan sebagai "orang yang belum cukup kepinteran maupun pengalamannya sehingga belum pantes dilepas sebagai pengganti saya, maklum ilmunya masih terlalu besar untuk selampe (sapu tangan) tetapi terlalu kecil untuk taplak meja."

Bisa diduga suasana kerja yang mirip "demotivated" ini cuma menjadikan orang menjadi ksatria 812. Maksudnya kerja jam 8, nampak sampai jam 12, sudah itu bablas uwonge. Cari obyekan lain...

Cacuk merombak birokrasi dengan mengeluarkan biaya untuk pembangunan SDM. Caranya dia memanggil profesional dibidang manajemen, kepribadian bahkan tentara. Pendeknya SDM dibuat seperti multipurpose knive, bisa untuk pisau pemotong, bisa untuk obeng, gergaji, bahkan kalau perlu cungkil slilit. Apa nggak edan namanya kalau orang sudah memiliki anak, bahkan cucu tiba-tiba diajarkan cara makan yang sopan, cara duduk, cara bersikap menghadapi orang, pokoknya seluk beluk hal ihwal sebagai "public service".

"Apa-apaan Cacuk ini," keluh beberapa karyawan yang koleps. Bahkan ada yang menjadi pasien psikiater karena stress menghadapi perubahan yang tiba-tiba. Cacuk memang tidak main-main, pegawai yang sudah letoy disarankan pensiun dini, agar memberi kesempatan kepada yang muda berprestasi.

Kejutan lain, ia menaikkan gaji karyawannya dua kali lipat. Tetapi teriakan gembira serentak diikuti tekanan agar Kawitel menaikkan target pendapatnnya dua kali lipat sebelumnya. "Kalau pagi-pagi ada karyawan membawa tas ransel, kemudian tiba-tiba berdiri sendiri di depan tiang bendera dan menghormatinya, wah itu tandanya stress," ujar Sumilan memberikan kesaksian. "banyak bentuk lain perilaku yang menunjukkan gejala stress.

Soal SDM yang menjadi moto "asset perusahaan" memang diberikan perhatian khusus oleh Cacuk, pegawai harus PeDe. Dia ambil contoh negara lain yang selalu dibilang kaum mapan sebagai "iyalah negara kecil apa saja bisa..." di Negara lain yang hebat sekalipun kecil ada data bahwa 1000 pelanggan di layani oleh 1 pegawai. Ratio pegawai adalah 25% S1, 45% D3 selebihnya ahli dengan pelbagai kejuruan.

Sementara Telkom sebuah BUMN besar cuma punya 45.000 karyawan untuk 200 juta pelanggan. Tidak jarang beberapa pegawainya benar-benar buta huruf aseli. Belum lagi yang buta komputer.

Cacuk lalu membuat beberapa diklat di tanah air dengan motto, agar lampu diklat Telkom diseluruh tanah air bisa menyala 24 jam.

Ada tradisi yang berubah, para sepuh-sepuh harus mau mendengarkan presentasi anak-anak muda. Jadinya yang muda dan yang tua menghilangkan rasa "pakewuh" alias salah tingkah. Pernah satu ketika Sumilan memberikan presentasi, dia mendengar seorang sepuh menggerutu, "kita yang tua-tua kok malah diajari anak-anak, jaman kok sudah edan, atau mau kiamat. Kebo nyusu gudel (kerbau menyusu kepada anaknya)..."

Kebiasaan kita setiap menghadapi sesuatu yang aneh, diluar kebiasaan sehari-hari selalu mudah melepaskan kata "dunia sudah tua, dunia sudah mau kiamat.." Buntutnya stress sendiri..

Perubahan lain, umumnya struktur organisasi piramida menempatkan pucuk pimpinan di atas piramid, tetapi Cacuk membaliknya. "Pelanggan yang harus di struktur top piramid."

Lha ya heboh, dari mental Birokrat menjadi enterpreneur. Dari penguasa ke pengusaha. Bukan hal yang mudah, seperti mengajar Gajah Menari. Pertama gajahnya Gede dan Lamban, kedua gajah sudah kadung merasa badannya besar.

---ooo---

Kongkritnya apa seeh hasil dongeng diatas.

Telkomnet instant!

Siapa tidak hapal nomor akses 080989999 yang dinyanyikan oleh gadis main "skate" board sambil nyanyi kosong delapan kosong sembilan delapan sembilan empat kali. Satu cara beriklan yang cerdas. Saya yang paling beygon kalau urusan ngapalin nomor tilpun, bisa langsung menangkap dan menghapal nomor tersebut, sebab di nyanyikan. Satu nomor yang saya hapal lebih dari nomor HaPe Erni, isteri saya. Dengan nomor akses sederhana tadi, anda berada di Jakarta, Balikpapan, Papua, Jambi, Lampung tidak perlu lagi berlangganan ISP atau Internet Service Provider. Pertama untuk memiliki account internet dengan belakang @telkom.net mudah sekali dan gratis, kedua menyambung ke Internet juga mudah sekali karena tidak perlu bayar roaming, tidak perlu bayar abonemen. Tak heran banyak ISP lain yang kelimpungan ketika Telkom memperkenalkan jenis pelayanan pake dulu baru bayar...


******
Petikan dari buku "Manajemen Mandor Kawat" 30 tahun Sumilan dalam Pelukan Telkom

19 Jun 2003

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com