Mengapa dinamai lapangan minyak Minas

Date: Tue Feb 20, 2001 9:22 pm

** TALANGAKAR **

Ladang minyak terbesar di Sumatera Selatan adalah Talang Akar. Diketemukannya ladang ini sebetulnya secara tidak sengaja. Gara-gara liburan Christmas, mas Driller dari Scotlandia ditinggal di hutan NKPM (Stanvac), sementara teman-temannya asyik ber-whiski ria di Palembang. Rupanya mas Driller ngalamun sampai ngebornya terlalu dalam dari yang direncanakan. Apalagi dia driller yang dibayar berdasarkan per feet formasi yang dibor.

Ternyata matabor-nya menembus lapisan pasir yang sekarang dikenal sebagai lapisan Pasir Talang Akar, dan mengandung minyak lagi. Lengah membawa berkah itulah yang mengakibatkan formasi Talang Akar dikenal di dunia.

Untuk memperingati ketidak sengajaan yang membawa berkah, maka sebuah tugu didirikan ditulisi : "order to the field to stop drilling were delayed by the holiday season."

** MINAS **

Tahun 1944, ketika masa pendudukan Jepang, seorang Geologist Oki-San mengebor sebuah sumur yang dinamai Minas I, tidak disangka-sangka kalau Minas akhirnya menjadi the biggest oil field di Asia Tenggara.

Empat puluh satu tahun kemudian, OKI-san datang ke Indonesia, dan menceritakan pengalamannya pada Convensi IPA. Saat itu ia menjadi Managing Director JNOC.

Comments

Popular Posts