Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 08, 2006

Mencari Air

Musim kemarau begini banyak kegiatan pantek sumur dilakukan orang, kalau gagal dengan memperdalam sumur ya mencari sumber baru. Tetapi ada cara tradisional dalam mempertahankan sumur agar tetap berair sekalipun musim kemarau panjang dan berliku.

Orang NTT dan NTB ternyata tidak cuma pinter suplai TKI ke Sarawak dan Sabah lantas nyangsang di Nunukan. Menurut artikel yang saya baca di Intisari, mereka memasukkan hewan sejenis ketam dan sejenis belut kedalam sumur mereka Secara instink sang ketam dan belut tadi akan mencari sumber air didasar sumur dengan cara "ngeleng" atau membuat liang, sehingga kalau pas ketemu sumber air di bawah sono, sumur kita yang dapat bocorannya. Tentunya ini nggak berlaku bagi sumur pantek, bisa-bisa belutnya malahan kesedot pompa yang rata-rata diiklankan artis dangdut Liza Nathalia sebagai pompa yang sedotannya kenceng semburannya keras.

Lalu soal mencari sumber air, yang rada simpel saya baca (belum dicoba) adalah dengan mengubur garam dibeberapa tempat lalu diamati. Garam yang lebih basah berarti deket-deket situ ada "tuk" (mata air). Kalau garam tidak tersedia, tukang gali sumur di Yogya malahan mengubur daun lompong (keladi) dan ditengok pada jam 03:00 dinihari (kurang dikit). Jika keladinya berembun artinya ada sumber air sekitar 15 meter, kalau daun keladi makin banyak tetesan airnya, ada sumber sekitar 10 meter.

Ada cara lain dengan menggunakan pendulum, tetapi praktisi harus berlatih seperti orang berlatih main gitar atau piano (maksudnya latihan dan latihan) lalu mulai cari-deteksi dengan bandul sebelum meningkat cari-gali. Kesulitannya, manusia seperti saya ini sudah banyak dibebani rasa curiga dan mudah menginterpretasikan sesuatu kejadian hanya betul dan sahih menurut norma saya sendiri, belum universal, jadi mau latihan banyak juga cuma frustrasi yang didapat.

Tetapi kelihatannya musim hujan mulai datang nih.


Date: Thu Oct 3, 2002 7:00 am

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com