Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 09, 2006

Mbeling

Apa bedanya leader dengan manajer?

Sementara orang mengatakan manajer adalah mengelola dengan mekanisme dan sistem yang sudah ada (in place), sedangkan " leader" adalah orang yang mampu menggunakan visinya, dan yang luput dari penilaian, biasanya seorang leader memiliki kualitas "mbeling".

Leader punya kelebihan "mampu melihat yang dibalik", sehingga karena kreatif dan inovatif mereka sering dianggap nyeleneh, tidak suka aturan juklak-juknis. Maka bagi orang yang suka dengan aturan serba baku dan kaku, akan merasa risih bekerja dengan sang mbeling. Mereka akan terheran-heran jika si mbeling "kebetulan" jadi pemimpin, jadi bossnya.

Contoh dalam negeri misalnya penulis Remy Sylado yang mengarang Cau Bau Kan secara ciamik, atau orang semacam Rendra umumnya memiliki watak mbeling, tidak mengikuti tatanan umum. Pengalaman Juklak-Juknis ini dialami oleh penulis "Bo Wero" ketika para
manajer puncak sepakat mengurangi pemborosan di kantornya dengan membuat peraturan semua buku, majalah, tabloid atau koran yang akan diterbitkan harus dicetak dipercetakan sendiri. "Cash Flow" beredar disitu-situ saja, diantara mereka sendiri. Ide jenius.

Semula memang rencana berjalan sesuai rencana, biaya cetak koran beroplag terbesar itu bisa ditekan seminim mungkin, ongkos cetak buku idem dito, biaya mencetak novel sami mawon. Klop, murah dan meriah. Semua mengikuti juklak dan juknis perusahaan. Sayang kegembiraan tidak berlangsung lama lantaran pekerjaan yang menggrudug, menumpuk maka kapasitas percetakan jadi overload, stok buku tidak siap pada waktunya, penjualan menurun, dan uang yang didepan mata jadi bablas ewes-ewes.

Ketaatan pada juklak-juknis digariskan manajemennya berakhir dengan kekacauan. Padahal kalau ada satu orang mbeling, orang subversif diperusahaan tersebut yang berani bilang tidak, mungkin perusahaan itu mendapatkan revenue seperti diharapkan. Sayangnya, semua seperti "acc" bagaimana boss aja!.

Ambil contoh Yuri Vetokhin, warga Sovyet yang sumpek dengan keadaan negerinya. Ia coba meninggalkan negeri tersebut. Di perbatasan ia di tangkap masuk bui, pindah ke kamp kerja paksa, masih disiksa, disuntik sulfur, bahkan arsip hidupnya dicap tinta merah yang dalam bahasa Inggris "INCLINED TO ESCAPE."

Dasar mbeling, cap tadi malahan dijadikan judul buku mengenai pelariannya.
Dan laku keras.

Pembelajaran yang didapat, orang-orang yang Inclined To Escape dari kungkungan pendapat umum, dogma, kotak-kotak, adalah pemenang hidup ini.

Ya, mbeling itu perlu.

Mimbar Bambang Seputro
29/3/03
Tips Bo Wero ke 7

[Non-text portions of this message have been removed]

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com