Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

MAlu mengaku orang Indonesia

Judul fax yang saya terima cukup seram "Driving Fine" - saya terkesiap "sekok" sebab ada attachment yang katanya harus dilengkapi untuk di fax kembali ke Australia. Isinya pelanggaran kecepatan (speeding ticket) dari 80 km/jam menjadi 85 km/jam. Pada 19 Desember 2004, jam 8.46 PM dengan kendaraan nomor pelat QAJ650. Mobil Pikap Toyota putih sepertiga bak terbuka yang dimaksud dalam fax memang kendaraan Rig. Kunci mobil menancap 24 jam. Siapa punya keperluan boleh pakai asal kasih tau kemana perginya.

Jalanjalan di kota Melbourne umumnya sepi. Tidak ada polantas mojok atau menunggu mangsa dipinggir jalan, tetapi kamera jalan memotret pelat nomor dan kecepatan mobil yang melewati batas yang ditentukan. Ditambahkan bahwa TKP di Monash Freeway, 550 meter sebelum memasuki terowongan yang banyak berseliweran di jantung kota Melbourne.

Reaksi lain saya mengatakan "Jaka Sembung Asah Golok" - alias kagak nyambung go(*)lok" - pertama saya bukan pengebut. Jadi kalau ada tulisan dijalan Speed Limit 80 km/jam, mati-matian saya mantheng diangka itu dikurangi sedikit.

Tapi kata-kata "Indonesia Passport" ternyata yang membuat semua jari-jari ke arah saya. Satu-satunya orang Indo di kawasan kerja tersebut..... saya, barangkali. Maklum kalau sebut Indonesia di Australia "Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya. Dadaku busung jadi anak Indonesia"- kata Taufiq Ismail.

Untung paspoto dalam passport yang disertakan sepertinya jauh dari wajah saya (sayangnya hitam putih jadi cuma blok gelap), dan namanya tertera Zuhril Arif kelahiran Duri 1961. Lama saya mereka-reka nama bule yang sebetulnya plesetan dari nama Indo. Lalu masuk ke satu nama seorang Crew Bor berpangkat "derrick man" yang selalu menepuk pundak saya kala kami bertemu. Tatkala saya bilang dari Indonesia, ia hanya meleletkan lidahnya dan matanya membelalak jenaka. Selama 5 minggu kami cakap Inggris, dan dia Ozzie Banggeeet. Senyum Zurelly selalumengiringi percakapan. Seperti layaknya aturan dalam sinetron kita, perwatakan baik harus selalu berkata-kata dengan senyum sambil menggangguk-angkukkan kepala.

Kulitnya gelap, perawakannya sedang. Ada yang bilang ia orang Fiji, ayah Bali. Memang saya lihat di foto album CD yang ia tunjukkan,keluarganya seperti seluruhnya wanita tambun berkulit gelap dari kejauhan seperti siluet kaleng kerupuk, sebuah ciri Polinesia. Karena foto sang ayah tidak pernah saya lihat, saya memilih tidak pernah menanyakan masalah keluarganya. Seorang teman Australia memang pernah ragu, ia bukan dari Indonesia tapi dari Bali. Nah lho, terpaksa saya bilang. Kita berada di Gippsland tapi bukan Australia, dia teriak Gippsland itu Australia, Victoria tahu?

Gantian saya menyanggah. Lha Bali juga Indonesia tahu?, jawab saya tidak kalah sengit. Lain waktu saya harus cerita bagaimana disebuah majalah yang mudah bikin lelaki terkokang, tiba-tiba muncul dua mayat serdadu GAM dibawah kaki sepatu boot tentara. Mudah-mudahan sejak itu rekaman Bali dan Indonesia menjadi lebih jelas di cerebellum pak Waaz teman saya ini.

Baru setelah surat Tilang dari Sersan Mayor Richard Richie, Melbourne, saya ngeh bahwa bapak dari dua anak ini kelahiran Duri, 44 tahun lalu. Passportnya-pun habis 28 November 2007. Dia tentunya punya alasan sendiri mengapa "Malu Mengaku Jadi Orang Indonesia," padahal umumnya orang perantauan, begitu ketemu sebangsa setanah air biasanya langsung "buka modal"

"Dan kubenamkan topi baret dikepala," kata Taufik Ismail
Mimbar BS
23-1-05
Ditulis gara-gara diskusi Nasionalisme di milis pagi ini.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com