Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 10, 2006

Makan sesuai Kasta

Date: Thu Aug 7, 2003 9:53 am

Believe it or not, cara makan anda, sampai ke jenis olah raga yang akan anda
pilih sebaiknya sesuai dengan golongan darah anda. Itu kata Peter D'Adamo pakar diet mahzab baru yang judulnya Eat Right for Your Type, kalau jodoh ehm. Hidup bisa langgeng, tenang dan berbuah bagus.

Berulangkali saya perhatian kendaraan para Manager biasanya dihiasai dengan makanan diet seperti WARP, buah-buahan segar sekalipun kadang masih terselip permen dan Coca Cola. Ada orang yang minum air putih, ada yang ngembat segala macam jus dan ada yang mengonsumsi teh Kepala Jenggot.

Menurut Peter James D'adamo, untuk melakukan diet maka prinsip menjauhi daging warna merah, susu justru sudah saatnya masuk "trash bin" alias kadaluwarsa. Dan dengan penelitiannya selama 25 tahun ia boleh berani menjungkir balikkan pendapat para pakar selama ini. Menurut teorinya D amano, 100.000 tahun kepungkur (kebelakang), manusia itu umumnya darahnya darah primitif alias "O", hidup sebagai pemburu binatang buas sehingga santapan yang paling didoyani adalah daging dan sedikit sayuran. Efeknya, orang berdarah "O" sudah memiliki signal yang bersahaabat dengan daging hewan.

Kocap carito, manusia makin maju lagi peradabannya. Pertanian mulai dikenal, maka munculah golongan darah A sehingga pola konsumsi tubuhnya adalah mirip vegetarian. Dan musuh utamanya adalah daging merah. Hewan-hewan mulai dikandangi, dan muncullah tradisi beternak sehingga muncul lagi golongan darah baru yaitu "B" sehingga pola konsumsi mereka cocok dengan hasil olahan peternakan.

Lalu tahun 900-an muncul lagi darah AB lantaran orang sudah bisa beternak dan bertani. Nah inilah kelompok manusia modern. Gitu kata D'Adamo.

Adamo yang juga namanya Peter ini melakukan penelitian terhadap orang dengan golongan darah O, A, B , AB dan kesimpulan ditarik adalah sbb:

Golongan darah tertua yaitu "O"

Orang dengan darah tipe O biasanya sistem pencernakannya kuat, sistem kekebalan tubuhnya hebat, mudah melawan infeksi. Maksudnya kalu cuma pilek kecil, gampang disembuhkan dengan sistem pertahanan tubuhnya. Karena "satpam tubuhnya kuat, pada suatu saat ketika penjahat dan penjahit sudah tidak ada dan mobil keluar masuk komplek sudah "lupa" di-security check maka gantian mereka menjadi pagar makan tanaman sang tuannya. Contohnya darah sukar beku, gampak encok pegel linu, gampang borokan dan mudah terkena alergi.

So?, orang yang terlahir dengan kasta "O" sebaiknya menjauhi makanan dari Tepung Gandum (roti bud bud), Biskuit sampai Biskuat, jagung brondong maupun cuma rebusan jagung, sayuran yang berwarna hijau, tauge, kubis dan kembang kol.

Jadi makan apa dong?

Jangan kuatir, ada fatwa anda halal makan "seafood", steak yang dagingnya merah, kangkung kriuk-kriuk, bayam, brokoli, garam dan hati. Lizad zidaan. Kalaupun mau minum suplemen karena nggak enak tetangga dan teman kantor sudah "jentreng-jentreng" dagangan di meja kita, pilih vitamin B, K serta Kalsium.....

Olah raga yang bagus untuk kasta ini adalah aerobik, karate, gulat dan lari.
..
Maklum masih rada priomitif sih.

Golongan darah "A"
Kasta ini mudah beradaptasi dengan diet baru, adaptasi dengan cepat terhadap iklim baru dan mudah mencerna makanan. Akan tetapi, alat pencernakannya sensitip sehingga mudah terkena sakit perut. Boleh waspada terhadap jantung, kanker, anemia dan diabetes. Lantaran medan perangnya rada-rada berat, dianjurkan bagi kasta A untuk diet dengan tipe Vegetarian, tapi masih ada kelonggaran makan seafood di Muara Karang, padi-padian, kacang-kacangan dan buah-buahan.

Strategi untuk menurunkan berat badan: Jangan makan daging atawa produk peternakan, jangan makan kacang merah, dan produk tepung gandum seperti roti maupun biskuit.

Masakan boleh dimasak dengan minyak nabati, makanan dari kedelai, sayuran dan nanas. Boleh menenggak B12, C dan E

Olah raga yang dianjurkan, Yoga, Tai Chi dan meditasi. Andaikata Nggak jadi kurus tapi jadi paranormal, sejam dibayar setengah juta....

Pengikut mahzab ini adalah bintang iklan berkulit lisik Grae P. Nanik. Dengan panggilan imut Ojie. ia nampaknya sudah mantab dengan mahzab ini, dengan kasta A ia berceloteh. Semula kolesterolku 230, dan mengikuti anjuran mahzab ini turun jadi 180 dalam tempo dua bulan, katanya bersungguh-sungguh. Ojie adalah anak pasangan Rae Sita dan (suaminya tentu), siapa lagi, coba. Terus penganut lainnya adalah Sarwono seorang bekas menteri yang hobinya menyelam.

Lantas bagaimana dengan darah "B" ?

Orang kelompok ini memiliki sistem syaraf baja, kebal penyakit dan tubuhnya secara fisik "ger-seger" terus. Secara alamiah dia tidak memiliki kelemahan paling kalau terlanggar virus baru dia jatoh. Karena tubuhnya selalu kuat seringkali diam-diam ada penyakit diabetes, lupus dan sindroma penyakit akibat penurunan pertahanan tubuh. Hebatnya, dia boleh makan daging, asal jangan ayam. Hasil peternakan lain seperti ikan gurami boleh disantap, leb-leb, boleh makan padi-padian, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan.

Makanan pendukungnya sayuran, telur, daging rusa?, hati, teh, dan arak beras. Boleh minum yang mengandung magnesium, arak beras, dan ginko.

Larangannya Jagung, kacang tanah, dan lagi-lagi tepung gandum....Ini termasuk bakmi Gang Kelinci atau GM-lho.

Olahraga: semua olah raga fisik, dan diimbangi dengan meditasi, hiking, sepeda, tenis dan renang.

Golongan darah "AB"
Ini adalah orang modern, dia mengambil kelebihan darah A dan mencampunya dengan kelebihan darah B. Alat pencernakannya sensitif, gampang terserang bakteri. Resiko penyakit adalah jantung, kanker dan anemia. Boleh makan daging, seafood, hasil ternak, sayuran, padian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Hindari daging merah, kacang merah dan jagung. Perbanyak makan tofu, seafood, hasil peternakan, nanas dan vitamin C.

Olah raga: yoga, Tai Chi, jalan kaki, sepeda dan tennis.

Tahu Rae Sita Supit, nenek cantik aseli Manado yang masih aktip menjadi bintang iklan susu buat manula?, bersama anaknya "Ojie" yang molek. Ia mengaku sudah diet ala vegetarian tetapi angka asam urat dan kolesterolnya masih mantheng di angka 230. Lalu ia baca cerita sukses diet menurut golongan darah. Penasaran ia ikuti dan "caela", kolesterolnya drop ke 180 hanya dalam 2 bulan. ia bersaksi demi langit dan bumi : "Mama, suami, hingga anak-anak sekarang keranjingan diet menurut Gol Darah," kata si molek Ojie usia 31 tahun ini yang ber sim "A" ini.

Dengarkan pendapat bekas Menteri ini.

Sarwono Kusumaatmadja (60), tak kurang-kurangnya "maniak" olah raga termasuk renang, bahkan menyelam pun ia lakoni. Toh ia tidak bisa terbebas dari nyeri pada sendi-sendinya akibat pekapuran. Menjalani fisioterapi juga sudah dilakukan oleh bapak 4 anak ini. Hasilnya kambuh-kambuh-sembuh, maksudnya sembuh sekali kambuhnya banyak. Ia lalu baca buku D'Adamo.

Ah ternyata ia manusia tergolong AB, maka ia mulai menyantap sayur, bawang putih, ikan, jahe dan buah-buahan dan menyirik (pantang) pisang kepok, ayam dan daging kambing. Padahal Sarwono punya kebiasaan tiada hari tanpa makan ayam. Sesuai anjuran buku untuk kelompok AB ia mulai olah raga aerobik dan angkat beban. Tiga bulan ia mengikuti mahzab sang D'adamo ini data kesehatannya semula 145/195 untuk tekanan sistolik/diastolik menjadi 125/80 dan kadar kolesnya turun, apalagi bobot badannya dari menjadi 74 kg. Ruar biasa. Itu masih belum seberapa, nyeri-nyeri sendirnya hilang. Rasa kaku, pegal yang selama ini menghantuinya seperti wes ewes ewes bablas.

"Eh saya nggak flu fluaan lagi lho..."
Alhamdulillah.


Cerita Maria Dian Hidayat lain lagi. Ibunya di"pundut" oleh stroke, dan ini membuat boss biro iklan (63) jadi trauma sehingga selalu menjaga kesehatan tubuh, apalagi golongan darahnya sama dengan sang almarhumah yaitu AB. Tetapi gaya hidup veggy yang dianutnya belum membuatnya tentrem. Sekarang ia mengikuti mahzab berdarah ini dengan menghindari ayam, bandeng, kopi kegemarannya serta alkohol. Beratnya turun menjadi 63 kilogram dalam 4 minggu, lumayan. Ia juga setuju bahwa protein tidak selalu dari daging segar tetapi bisa diambil dari tahu dan tempe. Bisa dari susu kacang kedelai.

Secara emosi, ia merasa lebih tenang. Apalagi diet berdarah ini tidak serepot diet yang kuno dan ruwet itu.

Alhamdulilah lagi...


Pemilik Dental Arts Centre ini berusia 66 tahun, namanya Hendra Hidayat. Dia rada keder (bingung, gitu), soalnya ajaran dari mahzab terdahulu ia boleh makan ayam. Tetapi di mahzab berdarah-darah ia harus mengharamkan ayam, pegimana ini kok terbolak terbalik? Untung juragan ini tergolong bisa melihat persepsi dari sudut yang lain. Ia mencoba mengikuti pak D'adamo yang katanya sudah neliti 25 tahun.

Ia yang ber AB ini lalu mengambil langkah anti ayam (broiler apalagi), anti daging merah. Melahap oatmeal sebagai sarapan pagi, jus apel, jeruk dan apel sebagai minumannya. dan keputusan yang berat "Say No to Ice Cream" dan black forest atawa segala macam cake. Dan tetap aktip di Bangau Putih. Hatsilnya (tidak salah eja), ia mengaku tubuhnya lebih segar dan sehat. Padahal ujar konsultan bedah mulut lulusan Airlangga ini tingginya 168 dan beratnya 80 kg.

Hebooh...


MBS
darah "O"
Tapi doyan kacang rebus. Pasalnya murmer.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com