Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Made In China

Date: Sun Oct 17, 2004 10:26 pm

Dalam sebuah kapal penyeberangan Jatra yang melayani Merak-Bakauheni, seorang pemuda bertubuh kurus dengan kumis tipis dengan perawakan mirip pelawak Engkus berdiri didepan penumpang. Setelah mengucapkan salam, mendoakan para penumpang maka masuklah ia ke inti persoalan yaitu berjualan. Berbagai dagangan ia tawarkan mulai dari senter, topi, tas pinggang, kaos, gunting kuku, pulpen dsb. Untuk lebih meyakinkan ia bilang barang yang dijualnya adalah Made in China.

Tidak lama kemudian seorang calon pembeli protes setelah melihat tas pinggang yang ditawarkan.
"Ini jelas buatan lokal," kata calon pembeli.
Tetapi kang "Engkus" tidak kehilangan akal. Ia lalu berdiri didepan penumpang sambil menegaskan "Bapak-bapak dan Ibu sekalian, dagangan saya aseli buatan Cina, cuma saya tidak jelas apakah Cina Tangerang, atau Cina Glodog"

Saya akhirnya membeli senter isi ulang tertulis "Made in China (mungkin Tangerang)". Sekedar untuk menghargai kepiawaiannya berdebat.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com