Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 07, 2006

M-45 kalah dengan M-16

Date: Tue Apr 30, 2002 7:26 am
Ini bukan urusan senapan serbu milik militer yang diduga dipakai dalam kaus Ambon sehingga menimbulkan tanda tanya RATIH (Tentara Terlatih) mana yang terlibat? kok serangan fajarnya begitu teratur dan kejam.

Padahal kalau melihat para orang Pinter ngablak di TV, komentarnya "masalah RMS cuma beberapa orang, aparat terlalu over-reacted, ibarat menembak lalat dengan Canon."

Adalah seorang karyawan kami yang baru datang dari Bandung, memang setiap jumat dia pulang menengok anak, dolan dengan anak sekalian nengok "dalan" anak. Di Terminal Kampung Rambutan dia langsung nyengklak (masuk) kedalam M-16 tujuan TB Simatupang Kav 51A. Seperti biasa didalam metrolet tersebut mulai banyak kawanan BusNis (Bisnis di Bus) dari pengemis, pemijat, potongan kuku, majalah sampai pengamen.

Seorang pemijat refleks tampak membagikan selebaran alamat keberadaannya, kepada para penumpang, lengkap dengan nomor mikrolet yang harus ditumpangi. Untuk meyakinkan kemampuannya ia berkenaan mendelmonkan (demo, betawi=delmon) kemampuannya. Teman saya tadi, Joko, langsung dipegang betis kanannya sambil di goyang-goyangkan.

Lalu bergantian betis yang kiri, "gratis pak, amal" katanya sambil turun dari Bus. Dan ayah dari dua anak ini, yang masih puasa, karena kelahiran anaknya yang kedua ini nyadar, M45 Siemensnya sudah di refleksi oleh komplotan M-16 tadi.

...............
Cookie line hari ini berbunyi sbb:

Mereka yang buta huruf (illiterate) di abad ke-21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka yang tidak bisa belajar serta melupakan ajaran masa lalu, dan kembali belajar (learn, unlearn, relearn).

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com