Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Ludah Bacin

Date: Mon Jan 24, 2000 8:12 pm


L U D A H_ B A C I N

Profesor memang diidentikkan orang berkepala botak (he?), kacamata tebal (he ?), linglung, dan solah polahnya aneh. Ada profesor yang hobinya mengumpulkan ludah bacin anak-anak, dari yang cerdas sampai idiot, dari yang kaya sampai miskin, dari yang Bule sampai Keling semuanya dikumpulkan. Di Medan, seorang pengumpul ludah bacin, ternyata menjelma jadi datuk Kelewang.

Tapi yang ini jadi penemuan dahsyat.

McBurnett, nama prof dari Chicago tersebut. Dia mengukur kadar hormon stress yang disebut "kortisol". Dari sample anak berusia 7-12 tahun, ketahuan bahwa anak yang kortisolnya rendah, biasanya tahan stress, dan ini kuncinya, anak tersebut bengal. Lebih lanjut lagi, berpola pikir dan pola tanduk agresif.

Murnett menyimpulkan anak yang suka tawuran, mencuri atau melakukan kekerasan sexual lebih banyak hormonnya dikarenakan faktor biologis daripada lingkungan.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com