Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 08, 2006

Lampung

Date: Fri Jan 10, 2003 1:56 pm

SMS saya terbaca, "Alzier Dianis Thabrani" terpilih jadi Gubernur Lampung.

Jadi ingat bulan Juli 2002, saya ada di Lobby Hotel di Bandar Lampung ketika melihat sesosok tubuh tinggi besar gagah dan handsome. Ah ini dia Alzier teman lama dari Yogya dulu. Banyak wanita Yogya tergila-gila lihat penampilannya yang selalu perlente. Dulu waktu di Yogya setiap kali kami selesai merokok, tangannya selalu usil mengambil tissue untuk melap asbak dari ceceran abu rokok. Lama-lama jengah juga kami main kekamarnya, lha kelewatan sih pembersihnya.

Tapi nanti dulu, kenapa larut malam begini dia bawa map seperti orang mau minta sumbangan pengaspalan jalan desa. Oleh seorang rekan dari Lampung yang menemani saya malam itu lengan saya di gamit, "dia sedang cari dukungan pikiran, tenaga dan lebih penting lagi dukungan dana."

Oh itu....

Kemudian ketika proses pemilihan Gubernur di lampung, bukan main teknik menjualnya, salah satu spanduknya berbunyi "Putra Daerah, Rapatkan Barisan Untuk Memilih Putra Daerah Menjadi Gubernur Lampung". - Seperti diketahui, Gubernur sebelumnya adalah Oemarsono yang juga Putra Daerah --- dari Jawa. Mendagri Hari Sabarno sempat menginterupsi Fit and Proper calon ini, tetapi entah bagaimana Alzier mulus melaju. Saya membayangkan alangkah tebal asap dupa dan menyan mengepul di rumahnya. Belum lagi orang pintar dari Banten dsb pasti mewarnai suasana hingar bingar pesta demokrasi plus demo-mistikasi

Ayah Alzier (TD) adalah dulu seorang guru SMA yang disegani. Kalau pidato memang pandai, rada-rada mengikuti Bung Karno. Fasih berbahasa Arab, Belanda Lampung (tentu), Jawa dan Inggris. Kalau ada guru Inggris berhalangan, beliau jadi guru Inggris, kalau ada guru pelajaran bahasa Arab sakit, dia mengajar bahasa Arab. Kelas selalu berjalan tertib, karena memang beliau punya kharisma yang memukau.

Ketika pemilu (70-an), beliau ikut partai NU, dan menang dalam pemilihan Walikota Lampung, sejak itu kehidupannya berubah dari naik sepeda reyot, mulai ber sepeda motor Honda, mobil dst... Ketika mencalonkan Walikota kedua kalinya, sekalipun dapat dukungan dari Amir Mahmud ia sempat keok karena Panglima ABRI waktu itu Pangabean, sudah punya calon, yaitu Sutiyoso (alm) dari Klaten.

Semula kami perkirakan yang tepat adalah kakaknya Iwan Sapta karena bocah ini dari waktu SMU (IIIB- Yogya) sudah dapat brevet leadirship sampai ke Jepang segala, lha saya heran kok malahan adiknya yang notabene rada badung. Tapi Alzier masih mendingan sehat, ada calon (maaf namanya tak kusebut), pekerjaannya setiap malam cuma menyisir satu klub ke klub di Lampung. Lantaran kedudukan dan gelarnya, maka botol Whisky biasanya dibawakan oleh sang adjudan. Untuk mengelabuhi pemandangan kadang botol minuman ringan yang sudah diganti isinya. Orang teler begini juga mencalonkan diri. Namanya juga reformasi.

Keluarga saya sampai menilpun malam-malam minta saya kasih selamat kepada Alzier, saya terpaksa menolak dan bilang " I am just stupid (bedon) mudlogger" - Nderek bingah (ikut senang) kan tidak harus mencoba ber KKN, emang aku siapa?"

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com