Komplotan Tebar Paku Selalu Marak Lagi

KOMPLOTAN PENEBAR PAKU MARAK LAGI!
Target Operasi sekitar tempat balik arah Tol Lenteng Agung Barat 2.

Pada 17 Juli 2003, sekitar pukul 08.00, rekan saya mengendarai mobil Terano dengan tujuan kantor tempat saya bekerja yang terletak di jalan TB Simatupang Kav 51A. Disekitar tempat untuk berbalik arah, yakni dibawah jembatan Tol Pondok Pinang - Kampung Rambutan, tepatnya sekitar pintu keluar TOL Lenteng Agung Barat 2, terjadi antrean cukup panjang sehingga kendaraan berjalan lambat. Apalagi pembangunan flyover sedang berlangsung disana. Tanpa diduga, tiba-tiba teman saya merasakan kendaraan saya sedikit miring. Setelah di pastikan ternyata ban kiri belakang kempes sehingga dia harus meminggirkan kendaraan. Karena sekitar 25 meter dari tempat kejadian terdapat tukang tambal ban, maka kendaraan dipaksakan kesana untuk diperbaiki.

Setelah diperiksa ternyata ban kendaraan tertusuk benda tajam mirip tusukan karung beras yang berongga. Panjangnya sekitar 10 cm. Kalau diperhatikan paku ini terbuat dari potongan tulang payung yang di tegakkan dengan bantuan kotak korek atau bekas pembungkus rokok kretek.

Yang aneh dari kejadian ini adalah ada dua orang yang berdiri di dipinggir jalan yang memiliki mata sangat tajam, sebab belum melihat kondisi banpun dari kejauhan mereka sudah bisa teriak memberitahu kepada korban bahwa bannya kempes.

Target yang dipilih selalu ban belakang bagian kiri, sehingga secara naluri korban akan keluar dari kendaraan untuk melihat kondisi ban. Saat itulah kawanan yang menggunakan motor berboncengan mendekati kendaraan.

Satu rekannya berjalan kaki mengendap-endap sementara yang mengendari motor menunggu didepan korban. Maksudnya kalau korban lengah tas didalam mobil bisa diambil. Pada saat kejadian, karena dua tahun lalu saya pernah menjadi korban penebar paku ini, maka rekan saya tadi tidak lupa mengunci kendaraan dan memang tidak lama kemudian alarm mobilnya berbunyi sebab ada usaha memaksa membuka pintu samping.

Yang masih perlu dipertanyakan adalah kecerewetan tukang tambal ban. Dari beberapa kejadian yang berturutan, selalu korban diajak ngobrol panjang lebar. Apakah ini akal-akalan kawanan untuk mengalihkan perhatian.

Kalau anda bepergian membawa tas atau laptop seyogyanya mulai mengunci laptop dengan kunci sepeda atau alat pengaman lain dikendaraan anda sehingga paling tidak mempersukar anggota komplotan beraksi. Dua tahun lalu, saya juga sempat dikerjai oleh komplotan tersebut sehingga handphone, paspor lenyap.

Harap berhati-hati dan kalau anda sampai terlanggar apes, jalankan kendaraan dan masuk komplek Nestle atau tempat yang banyak orangnya. Lebih baik hancur satu ban daripada kehilangan surat berharga yang kita tahu mendapatkannya tidak mudah.
Mimbar Bambang Seputro
Sempat kena paku pada 30 Juli 2001
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe