Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

KMP Nusa Agung dan Kamar AC yang rusak

Date: Mon Nov 8, 2004 8:54 am

Di penyeberangan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) antara Merak-Bakauheni umumnya penumpang membayar karcis masuk untuk kelas Ekonomi (non AC), dengan patokan harga Rp. 10.000 sekali menyeberang, tetapi bagi penumpang ingin yang lebih nyaman, mereka meng"upgrade" karcis Ekonomi ke kelas-2 yang ber pengatur udara. Kalau kelas-Ekonomi umumnya "blak-blakan" sering tanpa jendela sehingga "Full ISIS" - sementara kelas full AC ditandai dengan pintu dan jendela tertutup dan ada controleur karcis yang mengutip biaya tambahan, sialnya kadang pakai karcis, banyak kadang-kadangnya tidak. Jumlah yang mereka sebutkan sifatnya sukarela, maksudnya suka dari Rp. 2000 sampai Rp. 5000. Beberapa waktu lalu dalam rangka partisipasi dan melestarikan "Hari Nyadran Se-Nusantara" saya ke Lampung dengan menggunakan jasa penyebrangan kapal Nusa Agung dari Merak ke Bakauheni. Didepan pintu Full AC ada dua petugas berseragam biru muda dengan emblem bersulam nama kapal. Pintu kelas "kupu tarung" masih tertutup rapat mungkin maksudnya "agar udara dingin yang berasal dari AC tidak mubadzir terbuang ke luar" - kali ini latihan "intuisi" meleset dari Rp. 4000 ternyata petugas sambil menunduk minta tambah Rp. 2000 untuk menikmati ruang ber AC. Di dalam ruangan ada Anak Buah Kapal (ABK) dengan seragam abu-abu sibuk mengoperasikan "remote control" 3 buah mesin AC split.

Namun, setelah "petugas" tidak berada ditempat dan kapal mulai berlayar, para penumpang baru sadar bahwa AC didalam ruang tersebut tidak ada satupun yang berfungsi. Akibatnya ruangan yang tertutup rapat itu menjadi pengap, sehingga terpaksa pintu dibuka. Itupun masih belum menolong banyak sehingga sambil menggerutu beberapa penumpang yang membawa kendaraan mereka memilih duduk di kendaraan masing-masing di Palka. Saya mencoba protes dengan mengatakan "penipuan" namun orang yang mengutip uang tadi cuma senyum-senyum. Nampaknya ada kerja sama antara ABK dengan oknum pengutip, atau memang ulah ABK yang cari tambahan penghasilan.

Dengan mendekatnya hari Lebaran, kalau saja AC tersebut baru "akan dievaluasi dan diperbaiki untuk lebaran tahun depan" sebuah alasan klasik negeri Ontran-Ontran di DPR, maka bisa dipastikan ratusan pemudik banyak yang tertipu.

Surat Pembaca ini pernah dimuat di Kontan.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com