Kloset sebaiknya warna terang

[ide dasar: Ingin cerita bahwa kloset warna gelap ada kelemahannya yaitu gejala sakit yang dimunculkan melalui air seni tidak mudah terlihat padahal ini penting]

Apa warna kloset kita?

Baru-baru ini kantor kami mengadakan pertandingan Renang dari yang muda sampai kelompok lansia (aku disini). Waktu berganti pakaian saya sempat melihat kloset duduk yang warnanya gelap. Memang indah seeh, tapi.. nanti dulu. Kali ini warna kloset-pun sudah mulai mengganggu pikiranku.

Umumnya kita pilih kloset yang indah (apalagi kalau mahal), tanpa mempertimbanhgkan faktor kesehatan. Namun dengarkan pengalaman Sinetris Olga Lydia. Ceritanya artis ini harus pergi ke Kabupaten Rokan Hulu untuk shooting cerita "Dikalahkan si Purba." Namun tidak dinyana ia terkena Hepatitis A sehingga urung main dan harus istirahat 3 minggu.

Menurut dokternya gejala Hepatitis bisa diketahui sejak dini dengan perubahan air seni yang keruh akibat ada organ tubuh yang tidak berfungsi secara maksimal, sayangnya "tradisi" melongok air seni sering dianggap perbuatan hina sehingga ada signal ketidak beresan isi tubuh yang terlewatkan. Padahal kalau saja di rumahnya waktu itu dia pakai kloset yang warnanya putih maka perubahan urin bisa cepat ketahuan.

Waktu di rig pengeboran saya pernah menonton filem bagaimana cemasnya seorang ayah ketika ia melihat air seninya kemerahan bercampur darah di dalam kloset yang dalam filem di lukiskan berwarna putih. Ternyata tokoh dalam filem tadi terkena gejala "prostat" dan cerita pergulatan dengan kanker prostas bergulir dari sebuah kloset.

Memilih kloset berwarna gelap selain indah juga "tidak mudah" nampak kotor, tetapi justru disitu penyakit tubuh tidak gampang dicurigai.

Mimbar Bambang Seputro
Pengamat seni tetapi belum yang berair.
Hobby duduk di kloset duduk maupun squat.
Date: Sat Aug 9, 2003 10:01 am
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe