Kiat Bisnis Jaya Suprana

Date: Wed Oct 31, 2001 2:49 pm

Baru-baru ini saya diundang PT INDOSAT TBK untuk menghadiri acara sertifikasi dari kebijakan mutu ISO 9001 menjadi ISO 9002, sekalian mengumumkan mergernya 001 dengan 008 dan beberapa produk Indosat lainnya seperti memperkenalkan IM3.

Salah satu acaranya adalah 45 menit bersama Jaya Suprana, yang judulnya rada unik yaitu "Kiat Bisnis dalam Krisis".

Jaya berteori bahwa, secara hitungan ilmu ekonomi tidak akan ada bisnis yang berjalan di negeri ini, orang Malaysia ketika krisis mengatakan "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga", lalu Jaya menyahut, itu belum seberapa, kami ibaratnya "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Dikejar Anjing Gila, masuk Got, Luka, Kena Tetanus dan dst..dst"

"Baru saja orang berpengharapan akan perbaikan ekonomi, WTC di bom, dan lagi-lagi imbasnya terkena Jakarta."

Jaya berada di sebuah Hotel di Jakarta ketika peristiwa Mei 1998 terjadi, selama 3 hari ia dalam keadaan ketakutan sampai-sampai untuk kembali ke Semarang, ia harus rela meringkuk duduk dibelakang mobil Van sambil ditutupi karung. Demi untuk menyelamatkan dirinya yang terlahir sebagai etnis target.

Sesampainya di Semarang, dikumpulkannya semua karyawan Industri Jamu Jago, dan mengatakan bahwa kemungkinan besar Industri nenek moyang yang dibangun 1918 ini akan tutup usia pada ultah ke 80-nya. Dan luar biasanya, seluruh karyawan seakan menjadi satu, bekerja lebih disiplin, dan lebih efisien.

Maka dicoba satu terobosan untuk membuat jamu untuk anak kecil. Ini bukan terobosan, sebab mana ada anak kecil suka jamu, baru dengar namanya saja pastilah mereka komentar "ah pahit, nggak mau".

Karena Jaya sendiri nggak yakin, maka jamu tersebut hanya di targetkan penjualannya sebanyak 50.000 bungkus per bulan. Sebelum mati, berpantang menyerah. Mereka sudah tahu akan hancur setelah ini.

Apa lacur? apa yang terjadi?

Jamu ini disambut hangat di pasaran, dari 50.000 ternyata permintaan pasar menjadi 5 juta bungkus perbulan, dan Omset Jamu Jago naik 400% pada saat itu. Bukan Jaya kalau tidak bisa berseloroh, "Kalau para Huruharawan dan Huruharawati Mei itu makan Jamu Jago, mungkin bisa 30 hari Jakarta menjadi lautan api, maklum staminanya naik bagus".

[Tapi apakah Jaya tahu kalau judul Bandung Lautan Api sekarang adalah kata sandi nonton VCD dari Bandung?]

Sewaktu bisnisnya anjlog, Jaya pernah meminta kepada Tuhan sekaligus berjanji akan memberikan sesuatu, padahal ia tahu Tuhan nggak butuh pemberian manusia. Dalam permintaannya ia mengatakan "Tuhan, kalau sampai Januari 1998, jamu jago bisa survive, saya akan mengucapkan terimakasih, dan kepala saya akan saya gunduli."

Sejak itu, pria yang tidak pernah berolah raga ini selalu menggunduli kepalanya. Ia menceritakan bahwa kepalanya di gunduli di Tibet, tepat ia menginjakkan kakinya di Airport Lhasa, langsung ia hampir pingsan, udara disitu sangat tipis, untung ada penjual oksigen yang segera mengasongkan dagangannya sehingga ia bisa terselamatkan. Disini ia berkiat "Selama Masih Bisa Bernafas, Selama Itu Masih Bisa Berbisnis."

Akhirnya, Jaya meringkaskan kiat bisnis menjadi "5 i" yaitu.

I-nformatif
I-ntelegent
I-nisiatif
I-ntuitif
I-yang terakhir adalah InsyaAllah. Jaya menekankan "I-kelima" yang dirasakan sekali keberadaanya oleh Jaya ketika menghadapi kesulitan.

QUIZ dari JS, mengapa SepakBola kok masa pertandingannya cuma 45 menit ?

Kelihatannya ini ada alasan aritmatik. Satu Bola ditendang-tendang, 2x22 bola yang tidak boleh ditendang, maka lengkaplah 45 bola sehingga menjadi alasan untuk menjadi 45 menit.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe