Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Ki Moh Said

Date: Thu Jan 6, 2000 4:10 am

Suatu hari M. Said (almarhum) ditabrak Sepeda Motor, dia terpelanting, terluka, apalagi sebagaimana layaknya orang lanjuta usia, tulangnya rapuh. Tapi si pengendara (menurut almarhum masih anak muda), hanya menoleh sekilas sebelum tancap gas, kabur. Menyisakan asap dan deru suara knalpot yang menggeram keras.

Pak Said menuturkan kejadiannya di Suara Pembaca harian KR dengan gaya bahasa sederhana. Diakhir suratnya ia berdoa: agar anak muda yang barusan melanggarnya bisa selamat sampai di tujuannya, kelak menjadi Pemimpin yang berguna bagi bangsa negara. Sama sekali tidak ada nada menguliahi dengan daftar tabel dosa dsb. Saya terlompat dari tempat duduk kos-kosan saya di Klitren Kidul 7, Waaw "endangered species" komentar saya. Sekali lagi, sayang, karakter manusia demikian sudah jarang saya temui.

Itu yang saya ingat tentang almarhum. Thanks atas forwardingnya. Paling tidak saya merasa ada teman yang sama-sama mengagumi Ki Said.


> Bulan Juni, 1979, ketika Ki Mohamad Said Reksohadiprodjo
> meninggal dunia, Taufiq terharu. Ia merasa kehilangan. Ia
> lalu menulis sajak, buat mengenang orang tua sederhana tapi
> memancarkan kewibawaan itu.
>
> Yang paling pertama ia ingat tentang orang tua itu ialah
> sandal jepitnya, yang selalu berbunyi soh, soh, soh,
> menggosok debu Jakarta, menggosok debu Indonesia.
>
> Di rumahnya, Taufiq mencari sepatu lari, yang ia beli di
> negara dunia kesatu. Harganya, tentu saja, mahal. Dan itu
> membuat Taufiq malu mengenang kesederhanaan Ki Mohamad Said.
> Penyair ini silau melihat kehidupan orang tua itu.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com