Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 05, 2006

Ketika mencari info di Rumah Sakit

Hari Sabtu Sore 12 Mei saya mendapat tilpun dari seseorang yang sumbernya adalah Bapak Purwadi, Pemred Harian Republika yang kebetulan masih ada hubungan family. Ia melihat ada peristiwa kecelakaan tunggal, mobil Feroza Hijau Tentara terguling dengan membawa sejumlah korban jiwa di jalan Tol Pondok Pinang.

Tentunya, adat orang Jakarta kalau mendengar berita, kecelakaan lalulintas, apalagi menyebut korban jiwa adalah adik kandung saya, Ny. Endang Hesti Purbowati (46), saya selalu berharap itu kesalahan berita, atau ada orang yang mungkin mencoba minta balas jasa.
Segera saya menghubungi rumah sakit yang lokasinya sekitar tempat kejadian kecelakaan. Ini bukan pekerjaan sepele, pertama Rumah Sakit jarang sekali sigap menerima tilpun. Jadi tilpun hampir tidak dijawab. Sementara itu dimana persisnya, korban dirawat, semua harus dicari sendiri.

Sementara mencoba menilpun rumah sakit se Jakarta, sanak saudara yang saya tahu bekerja di kepolisian diminta untuk mencari tahu dari PJR atau sebangsanya dengan kunci pencarian Letkol Pol drs. Subiyanto dari Mabes POLRI atau ny. Endang Hesti Purbowati.

Tapi entah apa yang menolong saya waktu itu. RS Fatmawati unit Gawat Darurat kali ini berbaik hati menjawab tilpun kami, singkat cerita Letkol Subiyanto Selamat, tapi isterinya Ny. Endang Hesti Purbowati, kami tidak memberikan informasi mengenai keadaanya, silahkan datang ke UGD.

Tidak membuang waktu saya segera menuju ke UGD dan memang disana saya ketemu Ipar yang masih kelihatan shok, ditemani anggota Polisi rekannya. Duh Gusti, saya tidak melihat senyum adikku disitu.

Ternyata ada dua korban yang meninggal. Pertama kami mengenalnya sebagai Joko, anak Purworejo yang mencoba peruntungan ingin masuk Polisi. Yang kedua adalah adikku Endang. Joko sudah selesai dimasukkan ke Peti karena malam itu juga akan dibawa ke desa Blendung Purworejo tempat asalnya.

Sementara itu Jasad adik saya masih tergeletak di kamar jenasah. Langsung saya raba tubuh dingin ini, saya coba menutup matanya yang terbuka. Keningnya terlihat lebam, nampaknya inilah penyebab kematiannya karena dari telinga kirinya selalu mengalir darah segar.

Malam itu juga kedua jenasah dibawa melalui jalan darat ke Purwerojo. Tepatnya Desa Blendung.

Tadi pagi saya diberitahu bahwa peristiwa kecelakaan lalu lintas ini dimuat di Koran Tempo 14 Mei, di halaman pertama. Feroza B. 1867 BP (kode BP dibelakang nomor polisi biasanya kode intel). Judulnya memang tepat untuk dijadikan peringatan.

"Akibat Tak Pakai Sabuk Pengaman, Tewas Terlempar dari Jalan Tol Layang"

Selamat jalan Adikku.

Desa Blendung, Purworejo
14 Mei 2001

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com