March 13, 2006

Ketika Kobra ikut mengamankan ibukota

Date: Sat Jan 3, 2004 8:32 am 12709

Mendekati akhir dari suatu rezim pimpinannya, maka Bung Karno (BK) pernah berupaya membentuk Kabinet yang terkenal dengan sebutan Kabinet 100 menteri (kalau 132 boleh dibulatkan jadi di 100) atau Kabinet Dwikora yang disempurnakan (79 Menteri). Maksudnya untuk mengakomodasi keinginan Mahasiswa, yang akhirnya usaha tersebut kandas. Sejak semula Kabinet ini tidak disukai oleh mahasiswa pada waktu itu (termasuk Akbar Tanjung, Sofyan dan Yusuf Wanandi, Abdul Gafur dan beberapa nama lain yang kemudian menjadi menteri dan paling tidak jadi orang gedean juga).

Salah satu keberatan mahasiswa adalah diangkatnya Letkol "Senen" Imam Syafiie menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan. Beliau memang dikenal sebagai "palang dade" di kawasan Senen. Mahasiswa lalu melakukan demo dan aksi corat-coret adalah "Preman Senen dijadikan Menteri, apa bukan asset bangsa akan digerogoti para Copet dan Koruptor."

Ciri khas coretan mahasiswa di tembok-tembok toko atau pagar adalah kalau tulis hurup "a" yang kepala dan perutnya menghadap ke kiri (tradisional), selalu dibelokkan ke kanan. Pasalnya dulu itu segala sesuatu yang miring kekiri dianggap aliran komunis. Atau mungkin sekedar tampil beda. Manai Sophian dalam memoirnya mempertanyakan mengapa Mahasiswa yang berjaket Kuning saat itu mampu memiliki jaket buatan Amerika, padahal situasi saat itu barang asal paman SAM dianggap lepra. Hanya kalangan tertentu yang bisa memilikinya.

Lalu siapakah palang dade (garda depan) dari pasar Senen yang dipercaya BK sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan ini?

Nama aselinya Imam Syafi'ie seorang anak betawi kelahiran Pejaten, Pasar Minggu. Anggota TNI AD ini mulai moncer di kawasan Senen setelah ia menjadi Kapten sehingga nama Kapten Syafi'i sudah cukup menggetarkan jagat dunia hitam. Ia memang disegani kaum preman Jakarta. Ketika menjadi Purnawirawan ABRI ia sudah menjadi Letkol tetapi orang terlanjur memanggilnya Bang Kapten, atau bang Piie.

Menjadi pensiunan ABRI bukan alasan untuk cuma berdiam diri, ia berkiprah meneruskan organisasi keamanan partikulir yang dinamakan COBRA atau KOBRA. Anggotanya direkrut para pejuang yang tidak kebagian jatah posisi di Dinas Ketentaraan. Daripada frustrasi lantas bikin negara Betawi, mending bikin organisasi keamanan. Mobil angkutan dengan nama Cobra/KOBRA biasanya jaminan akan lancar tanpa gangguan para preman.

Banyak pihak percaya bahwa keamanan ibukota yang kondusip, aman terkendali saat itu berkat sepak terjang anggota Kobra pada periode 1950-1960-an. Bahkan BK dan BK sangat mempercayakan keselamatannya selain badan pengaman yang resmi yaitu CPM sebagai pengawal pribadinya.

Alasan nama Kobra dipilih, pertama binatang ini tidak menyerang kecuali terpojokkan, kedua kalau menggigit korbannya tidak minta air sebab langsung dut. Alasan lain nama ini diilhami dari sebuah filem Filipina yang Box Office berjudul Darna. Seorang cewek kecil lemah tetapi sekali waktu bisa bermetamorfosa menjadi putri sexy yang bisa terbang. Filem ini mirip filem Ratu Ular, dimana banyak dipertontonkan ular Kobra. Saking tergila-gilanya dengan nama Kobra, sampai sampai ia membentuk Orkes Melayu yang dinamakan OM Kobra.

Ketika BK dan BH memproklamasikan kemerdekaan RI, pasukan Bang Piie ini banyak berperan dalam mengamankan Presiden dan wakilnya bahkan seringkali terjun dalam pertempuran langsung dengan NICA. Mereka membentuk pasukan yang disebut PI (Pasukan Istimewa).

Kelompok ini memegang aturan yang sangat tegas. Kalau kedapatan anggotanya berbuat jahat, bang Piie tak segan menghukum dengan cambukan buntut ikan Pari yang berduri tajam. Seperti diketahui pada Spetember 2006, seorang pawang binatang kenamaan Steve Irwin saat berenang membuat filem mengenai kehidupan ikan Pari, tiba-tiba tarian pari yang indah itu mengandung maut ketika memecut dada Steve Irwin sampai menemui ajalnya di tempat.

Akan tetapi menurut beberapa kalangan, dipecut buntuk ikan pari jauh lebih baik daripada jika dihantam dengan tangan kirinya. Tidak perduli sekuat apapun seseorang akan roboh bila menerima pukulan tapak kiri ala Brajamusti ini.

Yang hebat, saat berkumpul antara ulama dan para jawara biasanya terjadi tukar menukar ilmu maen pukul dan ilmu batin. Kalau bahasa Aji Susilo, ngegabungin kekuatan pukulan dari karate, menghindar dan tangkep dari silat, stand up fighting dari tinju dan jurus kunci dan kelenturan tubuh dari gulat. Nah giliran jurus jambak dan cakar, mending lihat dari mpok sebelah.

Para pemilik toko biasanya menempelkan Foto Bang Pi'ie di tempat usahanya, agar terbebas dari gangguan para preman lainnya. Lulus SSKAD (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat) pada 1958 dengan pangkat Letkol, Syafie memiliki 16 anak. Ia pernah menikah dengan Ellya Rosa seorang bintang filem cantik 1950-an. Pernah ditawari menjadi Komandan Cakrabirawa, tetapi ia menolaknya lantaran melihat bahwa Cakrabirawa sudah seperti Peci BK, alias kekiri-kirian.

Tragisnya ia justru dituduh kiri saat BK jatuh.

Pada 24 Februari 1966 ia diangkat sebagai Menteri Pertahanan Keamanan dalam Kabinet Dwikora yang disempurnakan. Namun usia Kabinet ini tidak lama, seperti diketahui, kabinet Dwikora dibubarkan oleh Pak Harto melalui SuperSemar 11 Maret 1966. Ia dikejar-kejar sebagai orang kiri, keluarganya diinterogasi lalu di tahan tanpa diadili, dan ketika dibebaskan dari rumah tahanan militer, ia sudah dalam keadaan sakit parah.

Pada 9 September 1982, seorang "preman" yang rajin ke majlis Taklim di Kwitang setiap ahad, yang sangat dekat hubungannya dengan para ulama Betawi, yang ikut andil dalam mengamanankan Ibukota akhirnya harus mengakui bahwa zamannya sudah lampau. Ia meninggal dunia pada usia 59 tahun. Dan organisasi Kobra-pun sebagai pengaman ibukota tidak terdengar lagi kehebatannya. Lalu muncullah group satuan pengaman seperti Yapto, Herkules, Basri Sangaji.


Selamat Tahun Baru 2004
Mohon Maaf Lahir dan Bathin (boleh kan)

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com