Ketika diam bukan lagi emas

Pepatah yang mengatakan bahwa diam itu emas tampaknya bukan lagi kata bijak. Dalam kondisi manusia sekarang mengalami pelbagai stress, ternyata menyurahkan isi hati secara terbuka bisa mengurangi beban stress sampai separuhnya (Dr. Pennebaker). Beruntung komputer sekarang banyak menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan menulis. Salah satunya.

..../
Dia adalah Venus. Pertama kali berbicara ada kilatan-kilatan cahaya.

Aku mencintainya. Kami saling sentuh dan saling curi pandang...
Matanya.... Waktu seakan terhenti ketika aku jatuh dalam sorot matanya
yang cokelat
Kehangatan... Kami bercinta begitu lembut dan murni...

Dan aku tersiksa......

Aku pulang dan isteriku bertanya
Apa yang terjadi di kantor hari ini?
Aku tidak berani melihat matanya.
Apa yang terjadi jika ia tahu hal ini?
Aku tidak bisa melukainya. Aku mencintainya.

Dan aku tersiksa.....

Di kantor aku merasa di Syurga, di atas awan, mabuk...
Di rumah aku berlaku tidak berdosa, berpura-pura....
Di kantor aku saling berkirim pesan. Kapan kita bisa bertemu kembali?
Di rumah aku mencabik-cabik diriku sendiri

Dan aku tersiksa...
..../

Lelaki ini tidak tersiksa sendirian karena perselingkuhannya. Menurut telaah, 20% sampai 50% laki-laki dan perempuan menikah memiliki hubungan di luar nikah. Ketidak setiaan kepada pasangan menghasilkan stres yang besar kepada setiap individu pelaku. Orang yang PeDe-nya kecil, akan terkena serangan Jantung lebih besar. Padahal kata pepatah Spanyol, Emas dan Perselingkuhan sulit disembunyikan. Dan hasil telaah menyimpulkan bahwa dengan kegiatan menulis ternyata cukup efektip untuk mengurangi stress antar pribadi yang muncul.

---ooo---

Menulis memang oye sebab merupakan kegiatan sebagai berikut:

*** Menjernihkan Pikiran. ***

Seperti sebuah filter, ketika pikiran anda sedang menghadapi persoalan rumit, teraduk-aduk keruh, maka menulis menjadi sarana pembersihan. Tulislah keluh kesah anda, pikiran dan perasaan saat itu. Lalu robek kertas tersebut sebagai tindakan simbolis membuang kotoran pikiran.

*** Menggelontor trauma yang memblokir penyelesaian hal penting ***

Ketika kemelut terjadi, orang cenderung dihantui kejadian tersebut, Akibatnya seluruh kapasitas memory otak digunakan untuk memproses trauma tersebut sehingga menjadi pelupa dan sulit memusatkan perhatian pada pekerjaan yang lebih penting. Menulis trauma bisa membebaskan pikiran untuk menangani tugas lainnya.

*** Mendapatkan dan mengingat informasi baru ***

Mencoret kertas, bisa dipakai untuk memahami seseorang memahami perspektip baru dan unik hasil pemikiran orang lain. Bahkan menulis kembali hal tersebut membuat gagasan semakin jelas dan mudah diingat.

*** Problem Solver ***

Menulis adalah proses informasi terpadu dibawah satu atap. Karena menulis lebih lambat daripada berfikir, maka gagasan harus dipikirkan lebih rinci. Menulis lebih "linier" karena memaksa suatu gagasan ditranskripsikan sebelum gagasan lain dimunculkan.


*** Menulis membantu kita ketika terpaksa harus menulis ***

Orang terkadang harus menulis laporan hukum, pandangan medis, keluhan kepada pemerintah daerah. Menulis secara formal bisa menjadi hambatan serius. Setiap kata menjadi kaku. Dengan menulis bebas anda bisa membebaskan kemampuan anda. Dan belakangan baru dijadikan landasan untuk menulis tulisan formal. Bila digunakan secara tepat, menulis meningkatkan kesehatan fisik dan mental, meskipun tidak selalu manjur menulis dengan bijaksana bisa memperbaiki kualitas kehidupan sebagian orang.

Jakarta, Tuesday, June 24, 2003
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe