Ketika berhubungan dengan pedang ex pengawal Cut Nya Dien

Peristiwanya masih di rumah saya, ada seseorang famili yang bertugas pada angkatan bersenjata menitipkan pedang tipis yang katanya dari Aceh. Katanya (lagi) pedang bekas para pengawal Cut Nya Dien ini sudah ditawar X juta rupiah oleh seorang kolonel KOPASSUS. Lalu dengan segala kecermatan dan kehati-hatian pedang tipis yang kalau tidak dipergunakan bisa berfungsi sebagai ikat pinggang ini saya simpan. Yang jadi pemikiran kala itu bagaimana cara menggunakan pedang setipis itu, apa perlu dilambari ilmu semacam viagra yang bisa bikin pedang jadi gagah dan tegak dan kaku.

Soal pusaka ini sekalipun kurang memahami tetapi saya menghormatinya dan tidak mau gegabah. Pasalnya tahun 1965-an ada peristiwa terbunuhnya seorang Brimob asal Aceh di Palembang, lalu barang-barang milik almarhum disimpan dikamar di rumah orang tua sebelum dikirimkan ke kampung halamannya. Salah satunya peninggalannya adalah rencong yang ketika dicoba di hunus oleh seorang kerabat almarhum sepertinya macet. Untung ada seseorang kerabat dari Aceh yang memberitahu tatacara membuka rencong dan tekniknya yang ternyata senjata tusuk tadi bisa dengan mudah dihunus. Bau amis warangan sempat tercium ketika keris Aceh tadi sempat terbuka.

Pedang tipis aceh inipun akhirnya dinyatakan buatan jaman sekarang, dan hilang lagi impian saya untuk dapat uang denger. Sial bener.

Date: Fri Sep 6, 2002 4:46 am
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe