Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 07, 2006

Ketemu artis di Kereta Api

Bulan Juli 2002 yang lalu ketika menunggu Kereta Api Argo Lawu tujuan Yogya saya melihat arus penumpang yang luar biasa padatnya, tidak heran musim liburan anak sekolah. Masing-masing dengan gayanya sendiri. Ada yang baca koran, ada yang hanya berdiam diri dan tak jarang saling berkirim sms denga kerabatnya.

Kalau anak-anak ini ditanya tujuannya ke Yogya, pasti jawabnya menghilangkan stress habis ujian, jadi ketika pengumuman hasilnya lulus mereka merayakan kegembiraannya dengan kemping, treking, trekjing dsb."

Sebuah group lain ketika di tanya mengapa liburan ke Yogya, jawabnya hampir serupa yaitu menghilangkan stress sudah ujian hasilnya "blong", jadi ketimbang stress mikirin bakalan mengulang pelajaran setahun lagi, mereka ikut ke Yogya untuk tujuan yang sama.

Weeee lha, campur bawur lah judul liburan kali ini. Yang sukses dan yang jeblok sama-sama merayakan hari kemenangan dan hari kekalahan ternyata.

Diantara kerumunan calon penumpang saya tidak bisa membedakan mana yang beli pakai calo, mana yang beli karena antri atau mana yang nekad masuk ruang PTKA untuk kusak-kusuk dengan petugas KA. Tetapi mata saya menangkap beberapa remaja perempuan bule yang menggunakan celana panjang komprang, berkaos kutung sedang memeragakan olah gerak.

Mula-mula seperti orang ngulet (menggeliat) tapi gerakannya kok seperti balet. Lalu didepan bule-bule ini ada seorang anak muda berambut panjang dengan kacamata hitam yang diletakkan dikepala. Ah ternyata dia adalah Agus Pece, seorang penari latar dari Indonesia yang mengiringi tour Penyanyi Madonna ke pelbagai negara. Hanya kali ini Agus Pece cuma senyam-senyum melihat pokal rekanitanya. Agus ini bikin saya "glek" lantaran dia pernah cerita di keleki oleh Madonna yang menurut Agus sedang keringatnya sedang posisi musim rendeng sampai-sampai ngetuk (seperti mata air) saking derasnya keluar. Di koran Agus bilang, Madonna itu sangat temperamental, tetapi hatinya mudah tersentuh. Lho apa perempuan yang sudah mendapatkan pemberdayaan itu harus begitu style-nya ya. Sayang Agus CeEs duduk di gerbong yang berbeda dengan saya.

Ternyata segerbong dengan saya, ada lihat pasangan Muhsin dan Titik Sandhora. Karena sudah matang pribadi mereka, pasangan ini sama sekali tidak menarik perhatian atau berusaha menarik perhatian. Apalagi Titik Sandhora yang masih nampak ayu itu mengenakan jilbab, dia banyak berdiam diri. Didalam kereta api yang melaju cepat disiang itu Muhsin tampaknya ingin ke toilet, tetapi dia tidak tahu cara membuka pintu penyekat antara ruang penumpang dengan bordes, sampai seseorang harus menunjukkan caranya. Muhsin yang menggunakan topi haji seperti buatan Kalimantan itu, agak sering bolak balik ke toilet mungkin beser, atau bisa jadi sedang berlatih buka tutup pintu kereta.

Sekembalinya saya dari Yogya, dideretan kursi depan ada artis Ketoprak Humor asal Yogya yaitu Marwoto dan Suyono (biasa main jadi Raksasa). Kuping kiri Marwoto ditindik dua berlian. Ketika awak kereta api menawarkan koran lokal iseng Marwoto muncul "ana majalah porno?"

Sang awak kereta segera tanggap dan enteng menjawab :"padakna terminal bis apa iyo?" - lalu keduanya cengengesan. Marwoto masih merakyat banget, dia dengan mudah ngobrol di bordes atau dimana saja.

Dalam perjalanan Marwoto banyak membaca majalah Tempo dan Akupuncture selama perjalanan sementara Suyono lebih banyak tidur. Mungkin mereka lepas show. Jatah roti yang diperoleh mereka, dimasukkan dalam tas kresek. Sebuah pemandangan yang menyentuh perasaan baik mana kasih sayang seorang bapak terhadap keluarganya yang rela menyisihkan sepotong roti guna oleh-oleh anak dan isterinya.

Tentunya masih banyak artis lain dalam kereta api ini, tetapi sayang kemampuan mengenali artis tidak terlalu sip jadi ya hanya itu saja.

Mimbar

Date: Thu Aug 1, 2002 9:01 am

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com