Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Ke Kafe sambil melihat penyulingan Bir

Perth Fri Sep 10, 2004 1:40 pm

Malam itu teman saya mengajak saya makan disebuah sudut kota pelabuhan di Freemantle. Katanya pemandangannya indah. Duduk ditepi pantai sambil menikmati semriwingnya angin laut Samudra Selatan (kalau tidak sedang ngambek). Sekalian pesan jangan kasih burung Camar makan. Pertama dietnya tidak sama dengan diet manusia, kedua - kalau nekad dikasih juga, mereka akan tiada henti-hentinya mendatangi kita minta makan beserta para jemaahnya.

Tapi hari sudah menjelang malam ketka saya sudah memasukijalan South Street - sebuah jalan yang satu-satunya direkomendasikan untuk menuju ke Freemantle. SMS ditilpun mengatakan bahwa nama cafena adalah Little Creatures. Kesannya kata "creature" seperti mahluk angkasa luar yang biasanya menjijikkan. Namun kesan tersebut hilang ketika saya lihat "barangkali little creature adalah mahluk yang tidak bermuka bayi tetapi sepertinya dewasa. Tidak lelaki dan tidak juga perempuan. Paling tidak inilah konsep bidadari atau malaikat dalam kebudayaan bawah sadar orang Australia. Malaikat adalah mahluk kecil, dengan kedua sayap terbentang.

Ruangnya cukup besar, mirip hanggar pesawat atau bahkan seperti ex-kantor saya. Tinggi dan luas. Tetapi dekorasi yang dipertontonkan adalah sekeliling ruangan ada mesin pembuat bir "Brewery" yang besarnya seperti silo (tempat menyimpan bubuk semen yang sudah dibuka dari kantungnya) milik perusahaan semennya minyak mas Untung, mas Handayana, mas Sunarsa. Cuma bedanya kalau silo mas yang saya sebutkan dicet warna merah, hijau atau jingga. Brewery ini terbuat dari stainless steel. Jadi penggemar draft beer, tinggal mendekati pancuran dan minta petugasnya membuka kerannya. Cuuurrr. Aus 7/quartz. Saya cuma terpesona melihat bagaimana anakmuda dengab pakaian yang terkesan seenaknya mengecek kondisi tekanan tangki bir setiap 10 menit. Padahal ada puluhan tangki bir disana. Dibuka pada sekitar 2000 an tetapi bar yang dulunya "hanggar" perahu dan bekas peternakan buaya ini masih menampakkan keasliannya. Di lantai dua diperagakan barang-barang seni seperti lukisan, patung dsb.

Kemudian datang wanita muda, bule pula, dipinggangnya menggantung PDA. Semua pesan kami dicatat pakai PDA yang menggunakan software taking-note. Ada yang pesan Kerang Hijau, Udang Goreng Tepung, dan teman saya dari Filipina pesan sate Kangguru. Sambil pesan dia minta potretnya saya ambil. Dia mau memberitahukan anaknya bahwa ia makan makanan tak lazim. Dia membayangkan isteri dan anak-anaknya protes. Yiiik yik Kangguru kok dimakan.

Betsy, nama cewek ini memang lincah luar biasa. Seperti juga penunggu kafe lainnya. Semua meja dihampiri, sambil menanyakan apakah ada kekurangan dengan makanan dst. dst... Waktu teman saya pesan Kangguru, dia berpesan dagingnya sedikit "alot" dan bumbunya pedas. Teman saya ngotot. Mana pedas dengan masakan Thai. Saya biasa itu makan pedas.

Okey Mr. Kangguru, kata Betsy sambil berlalu.

Saya cuma berani pesan Fish and Chips yang bernilai sekitar Aus 25 sekitar Rp. 150.000 - tetapi bukan rasanya yang sebetulnya biasa-biasa saja, tetapi suasananya. Membeli cerita. Hardrock Cafe jauuh lebih nyaman masakannya. Lalu saat mau ke Toilet, ada sedikit yang berbeda. Toilet ini hanya tertututp sebatas dada, diatas itu dipasang kaca tembus cahaya. Maksudnya sambil "pipis" orang bisa melayangkan matanya melihat proses Bir dibuat. Siapa tahu selesai buang hajat mereka kepingin mencoba seteguk lagi.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com