Kartu Nama

Subject: Business Card 12789

Apa yang harus dilakukan ketika bersama rekan-rekan dalam sebuah restauran tiba-tiba masuk seorang selebritis yang anda kagumi lalu ia duduk disamping kursi anda yang kebetulan belum terisi?

Kemungkinan jawabannya ada 3

A. Pura-pura tidak tahu
B. Bisik-bisik kepada teman sebelah anda sambil sebentar-sebentar mata anda melirik kepadanya seakan dia tidak menyadari perbuatan anda (tentu dia sadar anda sedang membicarakannya). Atau,
C. Senyum kepadanya sambil bilang "Hallo, atau Hi, saya amat suka sekali kepada acara yang anda mainkan...
*****
Suatu pagi Jefri seorang penulis masalah bisnis dan rekannya Stuart usahawan pakaian sedang berada disebuah resto pancake. Stuart sangat bersemangat menceritakan bagaimana ia mempromosikan toko bajunya ketika tiba-tiba masuklah Jeff Garlin seorang bintang dalam siaran HBO. Selebritis ini celingukan kesana kemari seperti mencari seseorang sampai akhirnya ia duduk disebelah Jefri dan Stuart.

Tentu saja suasana resto jadi riuh dengan bisik-bisik.

"He bukankah dia itu yang mainnya lucu di Tipi?"
"Betul, terus mau diapain?"
"Tau deh mau diapain dia.."
"Kenapa tidak bilang Hi dan bilang bahwa kamu menyukai acaranya yang lucu.."

Sekalipun mulanya Stuart nampak ragu, tapi akhirnya ia beranikan menegur Jeff Garlin sambil memuji-muji betapa ia sangat menyukai acaranya di HBO. Dalam hitungan detik, mereka menjadi seperti teman akrab. Rupanya kedatangan Jeff adalah dalam rangka mempromosikan DVD-nya sehingga ia sedang menunggu sang produser. Setelah bertukar
kartu nama, tidak lama kemudian orang yang ditunggu yaitu produser Jeff datang bergabung di meja itu...

*** Capture Opportunities

Menurut Jefri, kedatangan selebritis adalah sebuah peluang, dan bagaimana menangkap kesempatan yang kadang datang secara tiba-tiba (bukan ucapan SMS Selamat anda mendapat hadiah dari Point Reward dsb). Adalah dengan mengembangkan "networking". Dasarnya networking adalah ketemu kenalan baru lalu saling bertukar kartu nama. Saya membiasakan menulis tanggal dan tempat kartu nama diperoleh untuk "memory jogger" dalam menulis cerita.

That's not too complicated, is it?

Jadi saran untuk mengembangkan networking ala Jeff adalah:

1. Do not leave home or office without it (ini gaya iklan colognette 70-an yang dimainkan oleh Ardi Kurdi, sewaktu tipi masih abu-abu.
2. Berikan Kartu Nama kepada setiap orang yang anda ajak bicara
3. Dapatkan kartu nama dari lawan bicara anda.

Dengan demikian anda menjadi aktip mempromosikan bisnis anda, atau perusahaan anda. Dan mencari prospek. Kalau tidak demikian kapan akan mulai.

So, bawa kartu nama di dompet anda.

**** Always Be Prepared

Saya sering menghadiri even seperti luncheon, dinner, meeting, conference dan bertemu dengan orang-orang yang sebagian tidak pernah membawa kartu nama. Kita tidak datang ke sebuah pertemuan hanya untuk makan, minum dan merokok. Alpa membawa kartu nama bisa digolongkan sebagai usaha menyabot karir sendiri.

Tujuan utama pertemuan adalah membangun "networking" dan "new prospect" - seperti gaya ulasan MLM - eh, tapi memang kalau untuk urusan jaringan, relasi saya pakai gaya MLM 100% dan saya percaya 1200% kecuali iming-imingnya (tidak pernah)

Manteranya sederhana, senyum sambil menyapa "hallo saya embees, ini kartu nama saya lalu berikan kartu anda. Dan berharap mendapatkan gantinya dari kartu namanya. Tidak perlu keahlian bicara ala Elevator Speech untuk melakukannya. Elevator Speech adalah keadaan dimana kita bertemu seseorang dalam elevator dari ground floor menuju lantai 25, jadi anda punya waktu 12-15 detik untuk memperkenalkan diri anda, dan diperlukan sedikit keahlian agar pembicaraan singkat menjadi berlanjut. Tapi di Yogya saya diberi gelar "anak pengung" alias no manner lantaran suatu ketika menyongsongkan tangan mengajak salaman kepada yang lebih tua. Tapi itu banyak berhubungan dengan attitude orang darah biru.

Following Up

Setelah bertemu bisa jadi kartu nama anda dimasukkan kedalam name card holder lawan bicara kita dan mungkin tertumpuk dengan kartu nama lainnya, akhirnya statusnya "abandoned card". Tugas kita adalah melakukan follow up sesegera mungkin. Orang timur biasanya segan, uncomfortable untuk mengangkat gagang tilpun. Takut mengganggu kesibukan seseorang. Coba nguping sejenak orang bertilpun ria, pasti pembukaannya "lagi sibuk ya" atau "ngerepotin nggak sih" dst dst, yang nadanya seakan budaya tilpun adalah "disturbing-action."

So gagang tilpun tidak pernah diangkat dan opportunity ewes-ewes lewat begitu saja. Padahal sekali lagi ini hanyalah masalah "attitude dan persepsi" seseorang. Ketika Stuart dan Jeff meninggalkan resto, ia bertemu dengan seorang seseorang. Stuart langsung memberikan kartu nama dan menceritakan bahwa ia punya "barang baru" yang mungkin suami wanita tersebut akan tertarik.

Cerita suksesnya, beberapa hari kemuidan pasangan suami istri mampir di tokonya sambil membeli beberapa potong pakaian dan dasi. Gara-gara kartu nama.

The opportunities are out there. It's your job to go out and find them.
Jangan lupa bawa kartu nama. embees

[Ide cerita, Sekretaris Yuli Utari saya minta bikin kartu nama, sampai lama belum dikerjakan ternyata pihak percetakan kalau bikin kartu nama harus ditumpuk banyak dulu agar sekali cetak bisa "buk" alias impas. Di Gramed, kartu nama bisa dibuat dalam hitungan menit asal bawa contoh dan ada logi perusahaan]
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe