Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 04, 2006

Karper Gentong di Bali

Date: Wed Jul 5, 2000 8:02 pm


Orang Bali memang kreatip, ada yang ingin memelihara ikan mas (tombro) atau Cyprinus carpio, tetapi tidak punya kolam, mau sewa karamba tidak punya uang.

Apa akal ?, haruskah menyerah ?

Akhirnya mereka memanfaatkan gentong plastik 100-200 liter, disambung dengan pralon 1,5 inci dan 1 inci, maka jadilah tempat pemeliharaan anak ikan (burayak). Benih ukuran "kuku" misalnya yang panjangnya 3-5 cm dengan berat awal 18,8 gram per ekor hanya dalam tiga minggu sudah gembrot mencapai 64 gram. Padahal kalau ditebarkan di sawah butuh waktu paling tidak delapan minggu.
Dengan memelihara di gentong plastik, maka ancaman bahaya dimangsa ular, lingsang, burung, kodok buduk, ikan buas lainnya menjadi kecil sekali. Ikan Lele, Lindung dan Gabus sekalipun okey untuk dimakan tetapi sekali masuk kolam ikan mas dia jadi Muzibaah Bok!. Bisa habis ikan kecil kita disantapnya.

Paling ikan mati kalau melompat dari gentong. Tingkat hidupnya dijamin 95%, kalau 44% pasti Panther ithu, katanya. Data ini dari Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Menurut Nyoman Astawa, dengan modal 4 buah drum dia berhasil panen 75 kg ikan tombro dan ini menangguk Rp. 1.125.000
...... Lho kok iiimuut ?
Mula-mula dia beli 800 ekor ikan tombro (kalau disebut ikan mas nanti keliru dengan ikan mas hias di Akuarium yang megal-megol), dia rogoh kocek sebanyak Rp. 80.000. Selama pemeliharaan, dihabiskan 5 karung pelet seharga Rp. 300.000 Pelet yaitu makan ikan buatan pabrik, yang merek Shinta atawa Bintang itu kelas yahuud punya. Kalau mau kelas sedang bisa pakai buatan Comfeed.

Modal beli drum plastik dan pralon Rp. 750.000

Dari 4 drum dia meraup untung Rp. 745.000 perbulan. Ikan berukuran tanggung inilah yang dilepas ke karamba atau kolam ikan beneran agar bisa jadi ikan 1,2 maksudnya sekilo dua ekor. Satu ukuran favorit untuk para peternak ikan dan pelahap ikan mas.
Sekarang mereka sedang mencoba pelihara ikan "koi" didalam drum pastik. Dan perbendaharaan para petani sekarang bertambah lagi, KARTONG (karper dalam gentong).

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com