Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 09, 2006

Kamar Barokah di Tanah Suci - untuk urusan arus bawah

Date: Mon Mar 24, 2003 1:27 pm

Ketika membaca Warung Mie Barokah (berkah) dan Sup Kerbau Barokah, teman saya yang baru kembali dari tanah suci bercerita sbb:

Omong-omong tentang warung makan barokah. Saya jadi teringat sebuah warung di Makkah yang sering menjadi omongan para jamaah haji terutama asal Indonesia. Warung yang terkenal dengan nama "Warung si Doel" tersebut lokasi-nya tidak jauh dari Masjidil Haram. Persisnya di sebelah selatan Pasar Seng" yang bersebelahan dengan Masjidil Haram (pasar ini juga cukup ngetop dikalangan jamaah Indonesia. Walaupun sekarang sudah berubah menjadi pasar beton, tapi konon katanya dulunya pasar tersebut hanya ditutupi dengan seng dan pengunjung-nya mayoritas jamaah Indonesia yang membeli oleh-oleh haji, maka suara mayoritas tersebutlah yang menamakan pasar seng, hingga
orang Arab-pun ikut-ikutan bilang pasar seng).

Di Warung si Doel yang terkenal dengan menu-nya yang ala Indonesia-Madura, harganyapun relatif cukup murah 5 - 10 SR (Rp. 12500 - Rp. 25000 ) sekali makan di-banding KFC atau KUDU restaurant yang mematok harga 10-20 SR. Ketika anda masuk ke restaurant si-"doel" bagi yang bermata jeli pasti akan mendapatkan tulisan yang tidak terlalu menyolok di meja recepsionist bertuliskan "Kamar Barokah = 50 SR".

Pada awal kedatangan di Makkah jamaah yang berkunjung untuk makan kesana tidak terlalu menghiraukan tulisan tersebut. Mungkin karena masing-masing jamaah masih sibuk beribadah umrah sunat dan persiapan haji. Tetapi ketika hari wukuf telah usai, rukun dan wajib haji dilaksanakan biasanya jamaah masih mempunyai waktu 1 minggu atau 2 minggu di Makkah sambil menunggu waktu kepulangan ke tanah air ataupun ke Madinah.

Nah pada saat itu kamar barokah-pun ini menjadi ramai peminat-nya. Apa pasalnya?

Usut punya usut ternyata kamar barokah memang dipersiapkan oleh pemilik warung bagi jamaah haji yang berangkat suami-istri untuk melaksanakan ibadah suami-istri setelah melaksanakan ibadah haji/umrah. Namanya manusia, setelah sekian lama berpuasa, maka jatuhlah tahallul tsani dalam ibadah haji adalah kondisi dimana kita melepaskan pantangan-pantangan ihram. Salah satunya ya urusan "arus bawah".

Itulah daya tarik Kamar Barokah...

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com