Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 10, 2006

"Kado Buat Mama" - di kamar sempit dan sesak

Waktu kecil saya tinggal di Asrama (Tangsi) Brimob di Kertapati Palembang. jadi dipinggir kali yang entah mengapa orang Palembang bilang itu adalah LAUUUUT. Kertapati adalah nama sebuah stasiun Kereta api tempat kami bermain. Tindakan yang paling berani adalah menonton teman-teman meloncat dari Jembatan Sungai Ogan yang tingginya ada deh 20 meteran. Saya sendiri chicken. Kalau nggak keburu sekolah ke UPN barangkali jalan hidup saya ya cuma jadi begajulan di stasiun. Rumahnya para anggota cuma panggung kayu dan satu kamar dengan lain hanya disekat dengan papan. Satu rumah panggung (BLOK) ada dua larik kamar, sepuluh dikanan dan sepuluh dikiri.

Karena berada dipinggiran sungai Ogan (anak cabang Sungai Musi) yang terkadang pada saat pasang naik, sebagian bawah rumah terisi air. Sedangkan bila air sedang surut kami bermain di bawah panggung atau mancing. Saat mencari lubang belut tidak jarang kuping kami mendengar suara mendengus, mengerang dengan sumber suara cuma beda 10-30 cm diatas kepala kami. Belakangan kami tahu ada aktivitas kado mama di siang bolong. Belut cenderung mengeluarkan suara seperti orang menggeretakkan gigi, yang diatas kepala seperti orang gemes. Namanya anak kecil ya cuma bingung saja ini kok belutnya ada dua sarang. Lho apa tidak kerja? namanya asrama kantornya juga cuma berjarak 10 m, pulang makan ya dipakai acara makan bathin.

Untuk rumah Perwira dibangun secara terpisah semi permanen, diberi lantai bersemen, dindingnya tetap papan. Dulu triplex belum dikenal. Jadi papan satu sama lain ujung-ujungnya sama-sama ditumpuk agar kesempatan untuk mengintip anak nyamuk dan manusia kecil sekali. Ranjang tidur umumnya besi dan sebuah kelambu warna coklat selalu tergantung diatas ranjang. Kalau bongkar ranjang baut ukuran 16 banyaknya bukan kepalang, musti bawa kunci inggris dan kunci pas. Sekalipun sudah dikuencengi ngepol, masih saja ranjangnya mengeluarkan swara krekat kreket kalau ditiduri.

Anggota Brimob dari dulu sibuk operasi di Aceh, PRRI, DI TII, Trikora di Papua, Dwikora di Kalimantan atau yang dilanggar apes ditangkap tentara SAS Inggris di Malaysia. Saya sering bingung Presiden Soekarno hebat betul pidatonya seakan Malaysia, Inggris, Belanda cuma macan kertas. Sementara oom-oom Brimob pulang dari Trikora maupun Dwikora bilang, persenjataan mereka modern, kita digempur terus, sampai tekencit-kencit (bhs palembang = kacepirit).

Sejak itu dalam kepala saya tertanam bahwa Amerika maupun Inggris persenjataannya heibat. Orang lain biasanya akan dilibas habis seperti melibas pisau kertas. Dan sejak dulu juga tertanam bahwa setiap ada gerakan separatis, dibelakangnya ada orang Amerika sebagai konsultannya. Buktinya kasus POPE yang pesawatnya jatuh habis ngedrop
logistik dan senjata ke PRRI.

Kalau sudah begini, malam-malam sang anak berkumpul sambil berdoa dan menangis mohon agar "Pahlawanku di Medan Laga diberi keselamatan dan perlindungan.." - maka jangan heiran jika anak FKPP bisa jadi beringas kalau dengar orang seenaknya melepas pulau atau negeri dengan alasan Ham Hem Hom.

Setelah bertugas setahun lebih baru mereka di aplus kesatuan lain yang lebih segar. Tentunya rasa rindu sekian lama berpisah harus ditumpahkan saat itu juga. Problemanya anak juga ikut kangen bapaknya sehingga tidak mungkin curi waktu. Nanti sedeng asik gengsot, anak masuk rumah ya repot. Apalagi naluri anak semingkin kita kemrungsung
semingkin ianya menggoda. Kalau anak sudah besar diberi duit jajan suruhmain ke Stasiun, biasanya sudah nggeblas, pulang sore. Tapi anak yang kecil ini bikin kita musti garuk blakang kepala. Biasanya siangnya anak diajak dolan dan malemnya setelah mereka pules baru bapaknya ganti acara dolanan "dalan anak"

Ketika acara yang dinantikan datang eing ing eeeeng, muncul masalah baru, anak-anak terlanjur dekat dengan ibunya akibat terbiasa ditinggal ayahnya. Dan ini berlaku kendati sang ayah datang. Kalau toh mau dipindahkan pindah kemana? Biasanya mereka tetap tiduran dengan anak dan mengudang anak sambil menyanyikan "nina bobok" sampai anak tertidur pulas. Kalau anaknya dua dan masih prasekolah, maka sambil melakukan aktivitas sang ibu tetap mengisik-isik sang anak (beneran) agar anak tidak terbangun sementara sang bapa mulai ngerjain isterinya, kadang tangan bapak ikut
mengisi-isik anaknya. Kadang ke ibunya. Yang repot ada anak yang langsung gregah srenta lampu dipadamkan.

Jadi buku kamasutra harus ditambahkan gaya "mbaplang"- yang tidak tahu posisinya ya silahkan melihat logo orang arsitektur yang berdiri tangan terentang ke samping. Reportnya ketika puncak asmara terjadi. Sekalipun mengerang itu perlu, tapi kalau dilakukan bisa runyam. Jangan-jangan karena gemes dan kelabakan serta kemek-mek (salah tingkah), ibunda mengira meremas sprei, padahal muka anaknya yang tidur nyenyak.

Mungkin karena keterbatasan tempat dan waktu, maka umumnya orang kolong punya anak banyak-banyak. Habis tidak boleh banyak atraksi sih kuatir mengganggu anak dan tetangga. Jadi "ngedekem" ajah disana.

Jakarta 18 Jun 2003
MBS
Dari pelbagai sumber

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com