March 08, 2006

Jual diri ala Sontoloyo

Date: Wed Feb 5, 2003 9:16 am

Bayangkan ada seseorang yang anda ketahui, kalau "ngetem" di kafe bisa dua-tiga jam sehari, pulang jam 4 sore, saban 30 menit turun lift buat merokok, lalu menghilang saat rapat mulai "booged down", meninggalkan kantornya yang tak pernah dikunci, cuwek bebek kalau disuruh pakai seragam kantor apalagi pakai dasi, tetapi orang urakan begini malahan gajinya lebih besar daripada yang kerja "fisik" duduk dimeja hampir 8 jam full.
Atau...
Ada seorang pegawai masuk jam 10 dan "gaib" setelah jam 12:00 dengan alasan tugas luar, yang bisa berkepanjangan 2-3 hari dia tidak muncul dikantor, tetapi di mata pimpinan dia adalah orang spesial. Sehingga "angpau" lebih deras masuk ke sakunya, daripada pegawai yang "jungkir balik" seharian.

Bagaimana itu bisa terjadi ?
Dunia terbalik?

Manajer Sontoloyo lalu mengamati bagaimana kita sangat berwibawa didepan anak-anak kita Kan kuncinya kita membangun citra dan konsisten bahwa bapaknya itu memang sangat spesial. Ada beberapa perbuatan bodoh yang kadang merusak konsistensi kita, misalnya "ulama" menyimpan gambar dan VCD porno dimejanya, atau suami setia dimata istri "ke-Gep" rangkulan dengan perempuan lain.

Kalau anda melihat bawahan anda bertahun-tahun tidak pernah bolos, tidak pernah minta ijin karena alasan keponakannya jatuh dari pohon jambu, maka anda akan percaya kalau suatu hari dia tidak masuk dengan alasan sakit.

Tetapi kepada karyawan lain yang citra dirinya sudah tidak anda percayai, kalau perlu mengirimkan "telik sandi" kekampungnya untuk mengkonfirmasi kebetulan surat dokter yang ia tunjukkan kepada anda. Bukannya tidak adil kepada sesama manusia. Bayangkan anda mengatur perabot kantor yang lama ingin diganti yang baru, lalu seseorang karyawan tanpa diminta ikut memindahkan meja kursi, membuat label, mengikat bungkusan, maka secara manusiawi, anda akan lebih menyayangi karyawan "merak-ati" ini daripada yang hanya bekerja kalau di suruh.

Sebagai manajer "sontoloyo", ia selalu memberikan laporan dengan sempurna, lengkap dasar perhitungannya, susunan logika yang teratur, padahal atasan hanya meminta kesimpulannya.

Jadi, konsisten membangun citra diri termasuk didalamnya memberikan lebih dari yang diminta. Dengan demikian walaupun tanpa terbungkuk-bungkuk, atau membukakan pintu kendaraan sang boss, kita akan lebih dihargai...

Pinter juga si Markus ini, eh Manajer Sontoloyo Dink! Bab 8

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com