Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Jalan Berangin - Lawakan Gus Dur

Menyaksikan talkshow antara Gus Dur dengan Jaya Suprana memang tepat kalau dikatakan sebagai, acara lawakan terbaik yang pernah saya tonton. Tapi sekaligus saya sadar bahwa saya tidak memiliki tape recorder ataupun alat perekam lainnya. Kalaupun ada biasanya sudah dedel duwel rusak. Berikut catatan sepanjang mengikuti acara yang berdurasi 40 menit.

(1). Saya bingung dengan TPI, katanya minta damai, tapi lagu yang diputar kok Shalawat Badar, lagu yang merujuk kepada peperangan. Jaya menambahkan "kalau begitu ini termasuk kelirumologi, ilmu pemahaman kesalah kaprahan". Gus menukas "keliru mahamologi".

(2) Waktu ketemu Clinton, Gus menunjuk Perpustakaannya Churchill, yang ternyata lubang kecil tempat menyimpan tongkat golf. Cuma mau mengatakan bahwa Churchill itu tidak pernah baca buku, kerjanya main golf saja.

(3)Ketika Clinton berjanji akan mengirimkan tenaga ahli Amerika membantu bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan, Gus menjawab "di NU, yang sudah tua-tua itu sudah jadi ahli.........kubur."

(4) Gus mengaku risih harus pakai lengan panjang dan sepatu. "Sampai sekarang kalau pakai sepatu kaki saya rasanya ... panas".

(5) Ketika ditanya kesehatan matanya, "saya sudah bisa melihat warna biru, tapi belum bisa lihat Hijau dan Merah". "Apa karena saya dari poros tengah (merah=PDI, hijau=PPP)

(6) Ketika mengunjungi negara Arab, Gus berpidato dan ndagel dalam bahasa Arab. Orang Arab karena itu bahasanya, tertawa ketika Gus menceritakan leluconnya, tapi yang mengherankan Bambang Yudoyono dan rombongan yang tidak paham bahasa Arab, juga ikut tertawa. Ternyata bukan karena mereka paham isi leluconnya melainkan karena lucu melihat orang Arab tertawa.

(7) "Dulu saya bisa hapal 2000 nomor tilpun,"
Jaya menyahut, " handphone saya cuma bisa 100 nomor, apa Gus mau menjadi handphone saya ?"

(8) "Gus Dur kan tidak bisa membaca ?, terus bagaimana caranya menyerap informasi sebanyak itu, lalu mengolahnya ?"
"Ya rajin tanya nanti kan ada yang memberitahukan." Jawab Gus enteng.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com