Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 09, 2006

Iklan Zaman Baheula

4 Januari 1865

Ketika Koran Tempo diterbitkan beberapa waktu berselang, bukan main cara beriklannya, tidak ketinggalan para tokoh-tokoh masyarakat diikut sertakan untuk berlangganan koran yang perlu di baca. Tempo boleh dikatakan media yang menggunakan cara iklan secara cerdas. Tetangga saya menceritakan bahwa semula mereka berlangganan koran lain tetapi setelah melihat iklan Koran Tempo, mereka mencoba berlangganan. Selama sebulan berlangganan mereka balik ke koran lamanya.

Alasannya bukan karena berita, tetapi karena "tulisan di Tempo kecil-kecil, lagian kertasnya mudah hancur kalau untuk membersihkan kaca jendela..."

Bicara soal iklan sayangnya sementara ini media masa memasang iklan secara sembrono bahkan cenderung menyesatkan, seperti iklan DARSI, pencuci darah sampai bersih. padahal sudah jelas-jelas darah kotor itu milik orang gagal ginjal, bukan karena muka berjerawat maka darah harus dibersihkan. Tapi....

Dulu ketika Dewi Yul (pemeran dr Sartika) mencoba mengiklankan sebuah produk obat, waduh yang protes banyak karena image Dewi Yul adalah dokter saat itu Tapi sekarang lihatlah, dokter terang-terangan menakut-nakuti penonton dengan segala argumen yang dibikin ilmiah. Di negeri ini, iklan dikenal masa pemerintahan Ndoro Moer Jangkung alias Jan Pieterzon Coen (1619-1629), yang gubernur Jendral Batavia. Waktu itu ia menulis iklan dengan tulisan tangan yang sangat indah (silografi), Judul
suratnya "Memori de Nouvelle", yang ditujukan kepada pemerintah Olanda di Ambon.

Rupanya Moer Jangkung cemas perdagangan rempah-rempah di Ambon bakal dilibas kongsi dagang Portugis sehingga ia memandang perlu adanya iklan untuk tetap berdagang hanya dengan Belanda. Dalam perang menghadapi Agresi Kerajaan Banten yang menyerang Betawi, Jan Pieterzoen Coen tewas, bukan peluru melainkan kolera.

Surat Kabar terbitan Surabaya, "Bientang Timoor" me-launching produk surat kabarnya pada 4 Djanuari 1865 dengan iklan sbb:

"Siapa-siapa njang biasa trima soerat kabar bernama Bientang Timoor, soeka diteroeskan ini taon 1865, dikasi taoe njang oewangnja itoe soerat kabar, harganja f. 15,- bole lekas diirimkan sama njang kloewarken itoe soerat kabar."

Atau surat kabar Surabaya lain pada tahun 1872 "Bromartani" dalam nomor perdananya juga telah memuat iklan "Bermoelanja kita mengeloearkan kepada orang-orang njang soeka batja ini soerat kabar njang bergoena soeda terseboet didalam Soerat Kabar Oospost, jaini Soerat Kabar bahasa Melajoe sanget didjadiken pertoealangannja orang berdagang dinegrie Djawa soeblah timor. Mangkanja segala orang berdagang njang soeka taroh satoe kabar dari dagang atawa beladjar berseangkat, datang dari pendjoealan barang harga oetawa dari lain2 kabar, ija boleh kirim di kantor tjitakan ini soerat di kota Soerabaja.

[Bromartani Soerat Kabar Bahasa Melajoe, 3 Djanuari 1872]

Tapi ini masi beloen sbrapa sebab pada tahun 1907, koran Sumatra Post dan Deli Courant dari Sumatra Timor, mengiklankan tenaga kerja dari Maduraesche untuk onderneming-onderneming karet yang kalau ditelinga sekarang sedikit kasar, apalagi nama suku ditulis beoelang-oelang kali, misalnya: "Tersedia tenaga kerja dari Jawa Timur (Madura). Mereka adalah orang yang kuat (flink), muda (jong) dan sehat (gezond).


Mimbar Bambang S
17/4/03

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com