Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 04, 2006

Ikan Nyilet

Istilah "nyilet", yaitu melukai anggota tubuh untuk dibubuhi benda terlarang semacam shabu-shabu atau bubuk morphin nampaknya sudah merebak dikalangan "junkies", atau pengguna obat bius. Sedangkan istilah "nyuntik" dimaksudnya dengan memasukkan obat jenis psikotropik kedalam tubuh melalui jarum suntik.
Masalahnya bagi saya yang seumur-umur belum pernah pakai benda tersebut, tiba-tiba pada suatu hari ada serombongan pemuda berwajah keras berkunjung ke kolam untuk mencari ikan gurami yang sudah "nyilet."

Seperti ingin lebih membingungkan saya, mereka menambahkan "ikannya ada yang di infus?".
Kepada saya para pemuda mengaku pekerjaannya adalah "nyuntik."

Saya mengelus dada, apakah memang demikian meluasnya penggunaan narkoba dari artis, pelawak sampai-sampai ikanpun kecanduan shabu-shabu? saya bertanya-tanya di hati. Saya memang pernah dengar ada beberapa anjing pelacak narkoba yang akhirnya kecanduan bubuk setan tersebut. Tapi, mendengar ikan "kecanduan shabu-shabu" baru kali ini saya dengar.

Petani ikan di lingkungan saya berusaha umumnya hanya lulusan SD. Selain faktor ekonomi, umumnya para orang tua mereka tidak melihat alasan menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Asal sudah tahu nomor sudah cukup," kata mereka.

Dengan demikian, untuk melakukan relasi dagang dengan mereka, kita harus menghindari istilah teknis yang ruwet seperti ikan ukuran 3-5 cm, ikan ukuran 30 cm. Kalaupun membicarakan bobot ikan, cukup dengan bahasa "sekilo empat", maksudnya ada empat ekor ikan dalam satu kilonya.

Untuk mereka, para petani sederhana ada ikan ukuran "gabah" (butir beras), bagi ikan yang baru berusia dua minggu, "nguku" untuk sebesar kuku orang dewasa, dan "nyilet" untuk ukuran selebar kotak pisau silet. Ada yang menggolongkan dengan ukuran "ngorek", yaitu ukuran sebesar kotak korek api.

Ketika melihat anak ikan di beri aerator udara seperti pada pemeliharaan ikan hias, kontan mereka bilang "waduh ikannya di infus".

Rupa-rupanya bentuk selang yang putih, jernih mengingatkan mereka akan seseorang yang sedang diinfus, apalagi memang pada selang tersebut diberi alat pengatur kecepatan alir udara yang memang aselinya untuk merupakan jepitan pengatur laju alir cairan infus.
Istilah lain seperti pipa plastik Pralon (PVC) bergaris tengah 4 inci akan mereka katakan, "Pralon Satu Liter" - sebab ujud fisik pralon seperti kemasan oli satu literan. Sedangkan pralon garis tengah 3 inci akan disebut "pralon setengah liter."

Tapi itulah, seperti kata peribahasa lain padang lain belalang. Tapi yang jelas daerah Depok sangat terkenal akan produksi Ikan Gurame yang sudah dikirim ke luar daerah.

Date: Fri Sep 8, 2000 12:25 pm

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com