March 08, 2006

Ibu Sandiah yang saya kenal

Tahun 1985, anak saya masih berusia 4 tahun, baru bisa bernyanyi dengan suara cadel seperti Balonku Ada Lima, lihat Kebunku dan Sayang Semuanya yang nota bene adalah karangan Soeryono dan isterinya Sandiah.

Lantaran baru punya anak pertama, kami bersemangat betul ingin menyertakan anak ikut acara yang diasuh oleh ibu Kasur di TV. Saya lupa judul acaranya, tetapi ditayangkan jam lima sore. Dan TVRI adalah satu-satunya TV diudara Republik ini pada waktu itu.

Rupa-rupanya prosedur mengikuti acara tersebut hanyalah dengan mengirimkan surat permohonan kepada pihak penyelenggara, lalu suratnya nanti di kocok. Dan gratis.

Ini rahasianya...

Saya membuat surat lebih dari satu dan dikirim dalam hari yang berlainan. Maksudnya agar probabilitasnya lebih besar. Eh betul, tidak lama kemudian kami mendapat panggilan untuk muncul di TV. Karena dihimbau agar anak-anak berpakaian daerah, maka kami putuskan untuk dandan apalagi kalau bukan Jawa (pakai kembem).

Waktu dapat kesempatan nyanyi apa lagi kalau bukan Balonku Ada Lima. Tak berkedip saya memandangi anak saya di TV. Semua sanak famili di woro-woro untuk menonton acara TV jam Lima. Kalau diingat-ingat, saya senyum sendiri. Demi anak, cara apa saja ditempuh.

Sekarang tokoh tersebut sudah pergi. Walaupun terlambat perkenankanlah saya mengucapkan Selamat Jalan Ibu Kasur... Senyumanmu, Keramahanmu tetap dalam hati kami sekeluarga.

Date: Fri Nov 8, 2002 1:26 pm

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com