Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

I know Induniesa

Aku paling gumunan melihat anak-anak lebih muda dari usiaku (kalau 1970, anda masih usia 23) jalan bersama warga Samaritan di sepanjang Malioboro sambil cas cis cus dalam bahasa Inggris, atau Achtung-Bamerkung dalam bahasa Jerman, Jepang dan bahasa tak kukenal lainnya. Lalu menyaksikan olah-lidah para guide di Borobudur yang fasih menjelaskan tiap detail ornamen dalam Borobudur, bagaimana ketika Budha lahir, rumput, teratai ikut berbunga semua. Kalau saya Rudi Sudjarwo, mungkin visualisasinya adalah background lapangan berbukit dari wallpaper Windows XP, lalu tiba-tiba tang, ting,tung rumput mengeluarkan bunga dan aroma pinus. Tapi tanpa dua pasangan berlari slow motion, basi itu.

Menjadi guide adalah ilmu yang hebat. Begitu saya catat dalam hati. Cuma yang bikin saya down sedikit untuk tidak menjadi guide, lawan bicaranya umumnya bule awut-awutan, dekil dan bau kecut keju basi.

****
Tatkala di lokasi pengeboran di Australia, saat hari Minggu, banyak kendaraan parkir diluar area pengeboran untuk menonton aktivitas pengeboran. Lalu ada beberapa sekolah di organisasikan oleh gurunya melakukan "study banding" melakukan peninjauan ke Rig. Secara peraturan keselamatan harusnya tidak boleh, tapi lantaran bule sono yang "punyah mauh", yah kita nurutin ajah. Mayan buat show dan selingan. Maaf kata (ini gaya Betawi kalau mau nyombong), kalau mau cari tempat nyaman ber AC 2 peka, ruang kedap suara, relatip aman dan jauh dari debu serta 4 Set komputer DELL menjalankan program RIGLINK secara grafis, ya hanya didalam cabin para stupid mudlogger seperti saya dan teman-teman tempatnya.

Akibatnya, tujuan utama para penjiarah adalah cabin kami. Dan saya kebagian jadi tour guide Rig Hunt No.2. Untung dengan sistem sekarang, kedalaman pengeboran bisa dilihat dilayar kaca. Jadi cara "jawane" anak-anak dan ibu guru, kalau kalian ingin tahu sudah berapa dalam lubang caranya ya baca tulisan DEPTH = XXXX meter.

Kalau kalian ingin tahu kecepatan pengeboran, baca Rate of Penetration = YYY meter/jam. Kalau pingin tahu berapa panas di perut bumi, ya baca Temp Out = zzz Celcius.

Semua sudah "guru dan anak-didik friendly"
Lalu ada yang tanya bagaimana sih bentuk batu diperut bumi. Lha kok kebetulan ada contoh batuan yang disimpan menurut urutan yang sistematik dalam kotak plastik transparan. Jadi penjiarah bisa melihat perubahan warna dari batu oranye, merah muda, abu-abu (yang kebanyakan ini), dan contoh batuan eksotik yang saya sendiri kadang tidak tahu namanya.

Biasanya mereka jadi betah di cabin, mulai bertanya ini dan itu. Saking ingin menularkan ilmu, lama-lama kelihatan belangnya. Bahasa Inggris saya yang "ngepas" dan logat tak lazim mulai membuat mereka bertanya-tanya darimana saya berasal. Seorang bocah cilik 6 tahun tiba-tiba menunjuk "I know Indudiesa," lalu saya minta dia menghitung dan tanpa malu-malu dia bilang "Sathu, Douwa, Thige, Empa, Leima, Enang, Thujoh.. dst. sampai sepuluh. Rasanya dada jadi sesak terisi gas-riang, kalau divisualisasikan secara hiperbolis mata membesar dan keluar lingkaran makin lama makin kecil, rambut tegak dan mulut tertarik keatas. Riang.

Rasanya bau badeg matahari yang dibawa bule sudah berubah menjadi bau bunga matahari, lho kalau rasa hati senang, apapun bisa berubah menjadi positip. Buktinya kata Handrawan Nadesul, yang mengutip dari peyelidikan riset biologi Universitas Pensylvania. Burket, yang dihasilkan dari bagian paling hangat tubuh lelaki bisa menenangkan ketegangan relawan wanita yang diuji, dan memicu proses hormon LH (reproduksi). Sementara dari wanita, bisa membuat pria lagi-lagi mudah terkokang. Rupa-rupanya bahwa Indonesia menjadi salah satu pelajaran ekskul yang banyak peminatnya.

Dan rupa-rupanya (lagi) pendapat saya 30 tahun lalu sudah berputar Uturn. Ndak ada itu bau badeg bin kecut kalau hati antusias. (bangga lagi)

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com