Humor Soe Hok Gie

Nama Profesor Arief Budiman dosen Satyawacana Salatiga yang hijrah ke Australia, sudah banyak yang tahu. Suami dari Lelia Ch. Budiman, psikolog yang jadi penjaga gawang Konsultasi Keluarga di sebuah Harian Ternama ini asalnya demonstran. Tetapi agaknya banyak sudah agak lupa dengan Soe Hok Gie adiknya yang juga demonstran "kepala batu" yang meregang nyawa di puncak gunung Semeru akibat menghirup hawa beracun di kawah Mahameru. Desember 1969. Sementara kematiannya hanya ditemani sahabatnya Herman O Lantang, yang lebih suka menaklukkan gunung serta lumpur pengeboran.

Soe Hok Gie dalam usia masih belia sudah mulai menulis buku harian. Tentang lahirnya sendiri, ia hanya menulis singkat dalam buku hariannya "Saya di lahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah berkecamuk di Pasifik..."

Umur lima tahun ia masuk sekolah Sin Hwa sebuah sekolah khusus untuk keturunan Tionghoa, lulus dari sana ia masuk SMP Strada dan SMAnya di Kanisius. September 1961 ia test masuk UI jurusan Psikologi namun ditolak dan ada dua jurusan yang menerimanya yaitu IKIP dan Sastra UI jurusan Sejarah. Saat masuk ke UI, seperti juga saat kelahirannya,
perang antara pendukung Sukarno dan yang menentang Sukarno sedang berkecamuk. Tokoh penentang adalah Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dan anak buahnya. Waktu itu mahasiswa ditarik sana sini untuk memasuki kosakata politik HMI, GMNI, CGMI. Soe tidak tertarik kepada organisasi tersebut malahan dia masuk Gemsos (Gerakan Mahasiswa Sosialis).
Buku harian yang ditulisnya saat ia masih belia 14 tahun pada 4 Maret 1957 dia berada kelas-2 di SMP Strada ketika seorang Guru SMP menurunkan nilai ulangan Ilmu Bumi yang seharusnya 8 menjadi 5, ia marah sekali. Kalau dalam mata pelajaran lain ia boleh merasa kalah pandai dengan teman-temannya, tetapi soal ilmu bumi, ia menganggap gurunya sewenang-wenang.

Dia tulis dalam buku hariannya "Hari ini adalah hari ketika dendam mulai membatu.... Dendam yang disimpan, lalu turun ke hati, mengeras sebagai batu...."

Begitu expressif. begitu puitik! Kata yang menerjang tulang untuk berhenti ke sumsum dendamnya dendam. Dari situ kita tahu bahwa dia memang mudah mendendam. Ketika ulangan angkanya dikurangi dan dia marah. Di robeknya kertas ulangan tersebut dengan demikian dia merasa bahwa dia tidak pernah jatuh dalam ulangan.

Ada lagi badungnya, memasuki kelas III SMP Strada tentang gurunya dia menulis kesimpulan enteng dan tandas "Memang guru-guru sekolah Katolik semuanya diktator!" (catatan harian 14 Februari 1958).

Buju buneng... saya masih usia 5 tahun, Soe Hok Gie sudah jadi pemberontak.... Lantaran saya bukan psikoanalisa, maka saya cuma menarik benang merah bahwa dendam masa usia dinipun bisa membuat seseorang menjadi kepala batu. Tahun 1963 dia bertemu dengan Sukarno "in persona" dan anak kerempeng ini sama sekali tidak percaya bahwa orang semacam itu bisa memimpin negara : "kesanku hanya satu, aku tidak bisa percaya dia sebagai pemimpin negara" (24 Februari 1963)

Menjelang kematiannya, ia pernah menulis (1969), "Akhir-akhir ini saya selalu berfikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini?. Saya menulis, mengkritik kepada banyak orang yang saya anggap menyeleweng. Makin lama musuh saya makin banyak, dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Kritik-kritik saya tidak akan mengubah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat yang tertindas, tetapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik tadi. Kadang saya sungguh merasa kesepian."

Tetapi ada juga sisi humornya. Diantara teman-temannya sering muncul joke antara orang Mesir, Arab dan Israel. Orang Mesir bilang "Sungai Nil yang panjang itu, ane yang gali..."
Orang Arab tidak mau kalah "Laut Merah, ane yang ngewarnainya..."
Giliran Israel, "Saya nggak tahu mau cerita apa, tetapi laut mati itu saya yang membunuhnya..." - jadi Israel memang lebih kejam.

Humor-humor ini membuat dunia tetap segar, komentarnya dalam buku harian yang ditulisnya pada Selasa 15 Juli 1969, beberapa bulan sebelum gas beracun Semeru mencekik pernafasannya.

30 Jun 2003
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe