March 10, 2006

Hindari beli bensin di Bandara

Hari Rabu 25 Juni 2003 ketika mengendarai Kijang di Bandara Sokarno Hatta, Cengkareng saya lihat jarum penunjuk bahan bakar berada pada kotak kesatu dari total lima kotak. Berdasarkan pengalaman maka isi tanki premium harus diisi maksimal 40 liter. Itupun sudah luber. Karena masih berada di kawasan Bandara Cengkareng maka kendaraan saya belokkan pada SPBU 34-15114 dan saya mendapatkan giliran pada instalasi paling kiri depan.

Kijang saya isi 40 liter yang menurut pengalaman bertahun-tahun akan menggerakkan jarum dengan skala penuh. Biasanya sewaktu mengisi saya harus menggoyangkan body kendaraan agar udara yang terjebak didalamnya bisa dibebaskan dan premium yang diisikan bisa maksimal. Namun setelah angka 38,9 liter berlalu dengan harga yang sudah disetujui adalah Rp. 70.000, saya melihat ada keganjilan pada jarum penunjuk bensin. Jarum penunjuk bensin berada pada posisi ke kotak ke-empat yang berarti masih kurang satu kotak dibawah tanda Full. Anehnya pada kondisi serupa di SPBU lain, saya pastikan tangki sudah full.

Untuk itu sebaiknya anda berhati-hati ketika mengisi bensin di tempat ini.

Mimbar Seputro
Jakarta, Wednesday, June 25, 2003

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com