Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 06, 2006

Hidung Belang tercoret arang

Date: Thu Nov 22, 2001 8:54 am

Sudah lama nian saya cari tahu mengapa lelaki yang gemar ganti pasangan sering disebut "hidung belang", sampai saya baca tulisannya Remy Sylado, si puisi mbeling, di Kompas Minggu 18/11/01 yang baru lalu. Orang Jawa sudah punya istilah ThukMis [bathuk klimis] - dan ini juga masih perlu di selikidi dan diselikidi lagi [bukan salah tulis], kok orang jaman dulu yang dilihat bathuk="kening" duluan.

Remy Sylado adalah penulis favo saya, dulu masih jaman mondok di Yogya, saya selalu simpan sedikit uang yang memang cuma sedikit untuk membeli majalah terbitan Bandung AKTUIL yang ada artikelnya berjudul Orexas [ Organisasi Sex Bebas], dengan nama tokohnya disingkat JPAT.

Disitu Remy bercerita bagaimana bebasnya pergaulan remaja di Bandung. Tulisannya hampir 25 tahun kemudian masih fresh terbukti dengan beredarnya VCD BLA yang sampai sekarang belum pernah berkesempatan menontonnya.

Menurut Remy, istilah ini mungkin berasal dari kemarahan Jan PieterZoen Coen sang Guvernoor Bataavia ketika mendapati salah satu keluarganya pacaran dengan soldadu Belanda. Mungkin cita-citanya ingin punya menantu Kopral Jono. Atau naik dikit ke Kapten Terbangku.

Saking marahnya, si soldadu diadili, lalu Jan dengan "kejamnya" menorehkan arang di muka sang soldadu dan ini dilakukan didepan publik di Taman Fatahilah. Akibatnya hidung mbangir mas Sinyo tadi belepotan areng sehingga dari kejauhan nampak seperti belang. Sejak itulah istilah hidung belang jadi populer. Perbuatan JPC ini mendapat kecaman dari DenHaag sebagai "Over Dosis".

Tapi sambil ngedumel di belakang, JPC bilang, ratusan tahun lagi, orang pacaran ditanggap, di telanjangi lalu diarak keliling kampung, malahan dibakar sampai jadi arang semua. Nggak cuma hidungnya lagi...

JPC sendiri memang ahli strategi perang, ketika Batavia diserang oleh balatentara Banten, dengan segenap angkatan perang plus adu domba ala Aliansi, maka serangan pasukan Banten bisa dimentahkan.
Baru pada serangan yang kedua Jan Pieterzoon Coen berhasil ditewaskan, tetapi bukan oleh ujung tombak, melainkan mencret-mencret kena kolera.
[Tugas saya yang belum SOLID adalah mengapa orang Jawa menyebut pria hidung belang sebagai doyan Bathuk Kelimis]

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com