Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 14, 2006

Hadiah di Hari Bhayangkara ke 58 (13662)

Date: Fri Jul 2, 2004 10:29 pm

Pagi buta jam 4 saya harus mengeliminasi acara jalan pagi lantaran ada keluarga minta diantarkan ke Gambir untuk mengejar Parahiyangan 05:30 ke Bandung. Bagi saya, ke stasiun kereta api di pagi buta sudah merupakan hiburan tersendiri. Bisa duduk memesan Capucino yang muanisnya pol kendati sudah dipesan jangan manis manis. Dan beli Koran atau Majalah yang baru datang dari percetakan sehingga bau catnya masih kenceng. Apalagi Gambir sudah bersolek jauuh sekali seperti sebelumnya. Apalagi kehidupan dunia emper setasiun, gerbong kereta api, amat pekat dengan kehidupan masa kecil saya.

Dalam keadaan sepi, didepan saya lewat Patroli dari Kepolisian. Saya kuntit Mobil Patroli Kuda warna abu-abu sejak arah Roxy menuju Harmoni. Ketika saya lihat mobil dengan klakson rada bangor "Thoot Thoot" melanggar lampu merah diperempatan. Entah kenapa saya ikutan melanggar, pingin tahu apa jadinya kalau sama-sama melanggar lalu lintas. Bedanya si Kuda Tot belok ke jalur lambat, saya terlanjur jalur kenceng. Dan output sudah bisa diduga, saya distop dengan tuduhan masuk jalur kencang saat lampu merah. Seperempat abad mengemudi di Jakarta (dan belum hapal semua), akhirnya saya ditangkap dengan tuduhan salah jalan.

Mula-mula saya berakting seperti warga PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian), mudah-mudahan polisi tadi tidak menyangka bahwa saya adalah anggota PT...PN (nama lama dari Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional sebelum menjadi UPN). Dengan gaya sok diwibawa-wibawakan saya tanya kesalahan saya. Tapi sia-sia. Salah tetap salah.

Untung saya masih ingat spanduk di Polsek Grogol. "Damai itu Indah", tetapi denda damai mestinya lebih indah lagi...

"Suwun Pak!," kata anggota polisi Patroli ketika selembar uang kertas saya sisipkan sebagai pengganti STNK yang dimintanya.

Sebelum menutup kaca jendela saya mengeluarkan kepala ambil berseru..

"Dirgahayu Bhayangkara ke 58!"

Sekilas saya lihat "anggota" tadi bengong.

Mungkin pikirnya "Jeruk kok minum"


NB: 1 Juli adalah Hari Bhayangkara ke 58

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com