Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Grapefruit

Date: Fri Oct 1, 2004 1:53 pm

Menapaki usia diatas setengah, sekalipun menerima nasehat dari beberapa kolega,tetap saja saya malas mengonsumsi suplemen maupun vitamin. Saya berpendapat bahwa sarapan havermouth, minum jus buah serta berjalan kaki tiap pagi sudah cukup. Jus favorit saya adalah GrapeFruit Juice. Namun belakangan, grapefruit yang masam dan pahit getir itu menghilang dari pasaran sehingga saya terpaksa menyurati importir di Jakarta dan mendapat jawaban bahwa barang tersebut memang sudah tidak diimpor ke Indonesia.

Maka ketika berada di Perth, salah satu rasa penasaran saya adalah mencari jus buah yang dipercaya orang sebagai "buah terlarang", grapefruit dari langsung dari "sumber" yang ternyata sekalipun tersedia, keberadaannya merupakan minoritas diantara tumpukan "hot fruit" seperti orange juice, apple, brueberry dsb.

Bentuk dan warnanya grapefruit atau "Citrus paradisi Macf" memang membangkitkan selera sehingga orang tergoda, walaupun dilarang memakannya. Baru setelah tahu rasanya kecut, dan getir mereka sadar salah makan. Tetapi pelanggaran sudah terjadi.

Ternyata tidak sepanjang tahun, grapefruit tersedia. Untungnya beberapa supermarket menyediakan semacam katalog buah-buahan yang digeletakkan diantara tumpukan buah-buahan. Dan tidak dicuri.

Grapefruit, dituliskan baru season pada bulan Oktober. Dari situ bisa dilihat, bahwa pada bulan-bulan tertentu hanya bisa dijumpai pir, apple hijau, buah Kiwi. Lengkap dengan kandungan nutrisinya. Persis seperti yang dilakukan oleh waralaba McDonald agar pembeli bisa menakar sendiri konsumsi protein, vitamin dan kolesterol dalam menunya. Dengan demikian tidak perlu lagi kita cari penjaga toko sambil bertanya "Mas/Mbak, ada jual durian kagak" Juga tidak ada pemandangan orang elit "nyepoli" anggur, jeruk, lengkeng sampai kenyang di supermarket dengan alasan icip-icip sekalipun sudah jelas ada tulisan "DILARANG MENCICIPI BUAH"

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com