March 12, 2006

Dua Strip - Istriku Hamil Lagi?

Date: Thu Sep 4, 2003 4:53 pm

Anak saya tertua kelahiran 31-3-1981 (usianya 22 tahun), lalu adiknya yang terkecil 19-7-1987( 16 tahun), dengan dua anak yang sudah cukup dewasa maka sang ibu (1958) mulai kesepian. Teman mainnya tinggal keponakan (2+5) yang kalau boleh naik rakit bambu ditengah kolam gurami gembiranya bukan alang kepalang. Akibatnya di Komplek Perumahan Kemang IFI Granada, kami berdua dipanggil Pakde dan Bude mengikuti panggilan keponakan.

Di akhir minggu kami selalu honeymoon di kolam Citayam pada akhir pekan (tentu saja anak-anak kalau diajak ke Citayam pada njempling-njempling (loncat-loncat dengan menolak). Tapi kalau keponakan, bisa nangis semalaman kalau dia tahu kami pergi ke Citayam tanpa mengajak mereka berdua. Banyak kaum ibu biasanya "ogah" kalau di ajak ke lokasi pertanian, pertama kalau hujan jalannya becek, jauh dari keramaian. Tapi monogami saya ini semangat sekali kalau ke Citayam.

****
Lantaran cuma berdua, dasarnya saya rada cluthak (jorok), maka saat cuma berdua di "PILAH", orang lokal bilang rumah dengan genteng dan plesteran semen adalah PILAH. Saya sering menggunakan iklan Vespa yaitu "Jalan Lurus, Jalan Nikung Vespa jalan terus" dengan saya modifikasikan sedikit "Jalan kering atawa becek Vespa jalan terus" [minggir dikit deh..]

Kadang inspirasi Vespa saya timbul cuma hal-hal yang sederhana, melihat gelombang air kolam akibat gerakan Gurami lagi "mating", kambing jantan lagi "macek," ayam jago sedang mancal yang betina, angsa sedang usek-usek sang betinanya dibawah air kolam semua menimbulkan serangan gelombang kejut ke kepala. Dan bunyinya "Grenggg"

Bulan Juni 2003 lalu saya ambil cuti, dan hanya dihabiskan di Citayam. Eh bulan Agustus kok "Visitor" tidak mbezoek (Iya...ya). Tapi saya tidak kuatir-kuatir amat, lha wong 16 tahun berVespa ria nggak ada yang nyundul. Secara kedokteran ada gangguan penyempitan pada panggul Erni sehingga untuk menjadikan kehamilan prosesnya ribet termasuk untuk urusan telor. Dua anak saya sebetulnya lebih mirip "rekayasa" kimia sebab proses pembuahan terlalu dicampuri urusan farmasi. Jadi dengan 16 tahun tanpa Lingkaran Biru, siapa takut.

Tetapi keadaan berbalik, ketika puncaknya 3 September ia juga tidak mendapatkan tamu, maka pasangan monogami saya mulai kuatir. Apalagi dia merencanakan untuk menengok anak ke Bukit Batok. Lalu kami coba dengan semacam "Test Pack" yang cukup dicelupkan ke urine untuk menguji kehamilan.

Kok ndilalah (kebetulan), hasil uji kepada wanita usia hampir 46 tahun ini memperlihatkan DUA STRIP. Menurut petunjuk yang kertasnya selebar asbak, kalau satu strip negatif, kalau dua strip yang "trekDung tralala".

Untuk memastikan (dulu konfirmasi) , dilakukan pengujian di Sumber Waras yang kata orang sono hasilnya Burung KakakTua alias "TrekDung", dan terakhir dikonformasikan (dulu dipastikan) dengan dr. Mudhofir di Harapan Kita, hasilnya masih pelet loro. Malah ada angka keluar seperti meteran di pom bensin "Ini Prempuwan Suda Ada Bunting anem minggu lamanya"

Ini kehamilan yang membawa resiko tinggi, sebab usianya sudah merambat 46th, dan selama hampir 16 tahun bisa bebas tanpa kontrasepsi, tetapi yang di atas rupanya mempercayakan kepada kami seorang anak manusia. [Mudah-mudahan ini bukan teknik Rasionalisasi yang berpendapat bahwa dunia ini seimbang adanya, kalau satu kebawah akibat ada yang ke atas.] Sungguh mati belum tahu ini anak lelaki atawa bukan, hanya beberapa mimpi menyiratkan dua perempuan yaitu Desi Ratnasari dan Agnes Monica. [Kalau percaya itu bukan karena berahi saya saja lho]. Ada yang mengusulkan agar di USG, tapi wong anak masih ujud agar-agar Camcao di UltraSonografi apa bukan jadi H2O lagi? - begitu bantahan saya. Sambil mencoba ketajaman intuisi saya bilang anak saya perempuan. [Jadi kalau salah ya lelaki], asal jangan Jengki saja.

Sekarang saya mulai melatih nyanyi era dinosaurus

"Garuda Pancasila...
Pribang-Pribang-Saku"
atau
Meletus balon hijo DAR! [saya pura-pura tutup kuping]

Kalau Tuhan punya kuasa, apalagi yang bisa kita lakukan kecuali bersimpuh sambil bilang "Gusti Awloh, kulo manut, kulo nderek..kersamu"



Jakarta 4 September 2003
Saya yang deg-degan tapi GUMBIRA
Mimbar Seputro

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com